Homili Katolik

Jangan Takut!


Listen Later

(8 Maret 2020)

Romo Antonius Adrian Adiredjo, OP

[Bacaan Injil : Matius 17 : 1 -9

(Hari Minggu Prapaskah ke-2)]

Dalam perjanjian lama, Allah hadir dalam bentuk tiang awan yang menandakan kuasa-Nya untuk menolong umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Ini merupakan misteri dimana umat Israel harus dapat mengetahui rencana Allah. Ketika Allah hadir dalam utusan-Nya yaitu Elia dan Musa, menandakan bahwa Allah telah melakukan kuasa besar demi menyelamatkan manusia. Hari ini Allah memperkenalkan Yesus sebagai anak yang dikasihi-Nya bukan sebagai raja atau orang yang hebat. Ini menandakan bahwa Allah ingin memperkenalkan Yesus sebagai manusia yang dipenuhi dengan kasih. Allah hadir melalui Yesus menandakan bahwa Allah mahabesar dan mahakuasa, tetapi terkadang kita menjadi takut akan hal itu. Kita sering bertanya bahwa Allah yang mahatahu dan mahakuasa, apakah Ia juga akan mengerti kita? Terkadang kita lupa akan kasih-Nya yang membuat kita takut dan tidak percaya akan kasih-Nya melalui Yesus. Dalam bacaan kedua kita diingatkan bahwa harus senantiasa bersandar kepada Allah yang penuh kasih, melalui karunia-Nya kita akan diberitahu akan rencana-Nya yang telah Tuhan siapkan kepada kita. Tuhan hadir bukan untuk mengawasi kita, melainkan untuk menjaga dan memelihara hidup kita. Hal ini dikarenakan Ia ingin memberikan hidup dan kasih-Nya kepada manusia. Tugas kita hanyalah untuk mendengarkan Yesus yang memberikan sabda kehidupan agar setiap orang yang mendengarkan-Nya akan mendapatkan hidup yang berkelimpahan. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya “Berdirilah dan jangan takut” karena ketika melihat kuasa-Nya kita menjadi terbelenggu akan ketakutan kita. Memang, jika kitab suci mengatakan bahwa takut akan Allah adalah awal kebijaksanaan. Disinilah kita harus mengerti konsep takut yang sebenarnya, dimana kita takut untuk melukai hati Allah jika kita tidak sejalan dengan-Nya. Takut akan Allah harus didasari dengan kasih, bukan takut akan hukum, karena Allah telah percaya dan memampukan hidup kita. Disinilah kita harus dapat mengikuti rencana Allah agar tidak melukai hati-Nya. Ini merupakan rasa takut yang sebenarnya, karena Yesus menginginkan supaya kita tidak takut akan hukuman Allah. Yesus hadir bersama murid-murid-Nya dengan memberikan inspirasi terutama disaat-saat situasi sulit dengan memberikan kasih sejati. Kasih yang sempurna meniadakan ketakutan (1 Yoh 4 : 18), ini menandakan bahwa kita tidak boleh takut akan hukuman.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Homili KatolikBy Aquinas Center