Jumlahnya Sedikit Tapi Kedudukannya Mulia di Sisi Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 15 Rajab 1443 H / 17 Februari 2022 M.
Kajian sebelumnya: Akan Selalu Ada Orang Yang Menegakkan Kebenaran
Ceramah Agama Islam Tentang Jumlahnya Sedikit Tapi Kedudukannya Mulia di Sisi Allah
Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan ucapan dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu yang mengatakan “Mereka-mereka ini adalah orang yang paling sedikit jumlahnya di kalangan manusia tapi paling tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala kedudukan dan kemuliaan mereka.”
Inilah golongan manusia yang mulia karena membawa dan menegakkan ilmu, petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan petunjuk RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka paling sedikit jumlahnya, tapi kedudukan dan kemuliaan mereka paling tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maksudnya adalah golongan manusia ini yang paling sedikit jumlahnya dikalangan manusia. Ini yang menjadi sebab mereka itu terasing. Karena sesungguhnya jumlah mereka sedikit di kalangan manusia sedangkan kebanyakan manusia menyelisihi jalan mereka. Maka mereka memiliki jalan tersendiri dan manusia juga menempuh jalan tersendiri.
Mereka ini orang-orang yang teguh dengan ilmu, dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya, maka ketika di akhir zaman jumlah mereka sedikit. Kebanyakan orang mengikuti keinginan hawa nafsu, mengikuti kejahilan, mengikuti keburukan-keburukan, sedangkan mereka berpegang teguh dengan kebenaran. Ini yang menjadikan jumlah mereka sedikit dan terasing di kalangan manusia.
Ibnul Qayyim membawakan hadits shahih yang terkenal, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam permulaan datangnya asing (sedikit yang mengikutinya) dan nanti akan kembali asing di akhir zaman sebagaimana permulaannya, maka beruntunglah orang-orang asing (karena mempertahankan agamanya).” (HR. Muslim)
Inilah orang-orang yang termulia dikalangan manusia, jumlah mereka sedikit. Makanya jumlah yang besar bukan merupakan ukuran kebenaran. Justru dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menggambarkan tentang sedikitnya jumlah orang-orang yang mengikuti jalan yang benar, berpegang teguh dengan kebaikan, petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya, mereka ini asing di akhir zaman tapi mereka inilah yang justru kedudukannya paling tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka orang-orang yang beriman, dikalangan manusia jumlah mereka paling sedikit. Kemudian di kalangan orang-orang yang beriman sendiri orang-orang yang berilmu sedikit. Dan mereka-mereka yang mengamalkan ilmunya kemudian menegakkan, ini juga yang paling sedikit jumlahnya di kalangan para ulama. Maka mereka benar-benar asing.
Makanya ini kemuliaan yang harusnya dipegang oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir, kesabaran yang harusnya dimiliki oleh para penuntut ilmu dalam meniti jalan ilmu yang agung ini.
Dan hati-hati kamu jangan sampai tertipu dengan hal...