
Sign up to save your podcasts
Or


Apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. mari baca buku lagi, tapi sebelumnya kita simak dulu bagaimana tanggapan Basid Hasibuan dan Min Lin atas isi JM tentang pakaian jeans. Yuk....
Tanggapan JM dari Basib Hasibuan
terima kak Maria atas acara hari ini dan acara Jurnal Maria yang sangat menarik dan kalau ditanya punya pakaian jeans saat sdh tidak punya sdh saya kasih kepada orang. Biasanya kalau beli pakaian 2-4 potong dan saya akan keluarkan isi lemari saya 4-6 potong dan kasihkan kepada siapa saja. Tapi biasanya ke kampung halaman saya kirimkan. Tidak hanya pakaian bekas saya tapi juga pakaian anak anak saya dan istri saya. Pertama pakaian itu masih layak pakai bahkan pakaian yang jadi favorite kita masing masing, tujuannya berbagi kadang juga beli satu dua potong yang bagus alias baru kemudian bagikan kepada keluarga. Yang jelas masih layak pakai. Apalagi anak anak dari usia remaja belasan tahun sampai usia awal 20an biasanya perkembangan fisiknya sangat cepat sehingga baju, celana banyak yang tidak muat sehingga biasanya kirimkan sebanyak 20-50 pcs ke keluarga di kampung halaman. Tidak hanya pakaian jeans tapi tshirt, kemeja, celana pendek leggings juga kami kirimkan karena ada yang minta walaupun itu bekas. Disamping itu tujuannya adalah untuk mengurangi isi lemari dalam rumah supaya tidak menumpung dan memakan tempat. Biasanya dalam setahun saya kirim dua kali melalui bus PT Antar Lintas Sumatera ( PT ALS) yang mana nantinya akan berhenti di kampungku, cukup cantumkan nomor telp penerima dan nama penerima dan kotanya, jangan dicantumkan alamat lengkapnya. Soalnya kalau di cantumkan alamat lengkap biasanya akan diantar lansung ke rumah dan minta ongkos kirim lagi bagi yang antar. Ongkos bukannya ongkos yang layak tapi malah ongkos buat malak. Kalau cuma mencantumkan nama, kota dan nomor hp petugasnya langsung telepon kepada penerima, dan penerimanya akan ambli barang ke pool bus tersebut.
Meskipun bekas jujur keluarga di kampung dengan suka cita menerimanya dengan baik, ada yang masih laik dipakai untuk kuliah, untuk ke undangan khususnya kebaya dan batik, kalau kemeja dan tshirt biasanya dipakai sehari hari dan juga untuk ke ladang atau ke sawah. Biaar ada ganti yang rutin di pakai
Sebelumnya kak Maria menjelaskan terkait dengan kecap saus Tiram
menari juga kak jenis jenis kecap yang biasa digunakan dalam dunia memasak.
Komentar Min Lin Jurnal Maria tgl 18 Nov 2024:
Terima kasih atas informasinya ttg Celana Jeans dan sejarahnya.
Bagi sy, jenis celana yg jarang sekali dipakai karena memang sy kurang suka memakainya. Sy sehari-hari memakai celana panjang dgn bahan non jeans karena rasanya ringan dan tdk panas walaupun kalau sdh agak lama digunakan, bagian pantatnya akan menipis dan sobek, beda dgn bahan celana jeans yg awet dan kuat. Walaupun demikian, sy tetap pilih non jeans, ini hanya soal selera saja menurut sy.
Salam,
Min Lin
Mari baca buku, sebuah buku ditulis oleh Simon Boas, berjudul
A Beginner’s guide to Dying.
Buku ini diterjemahkan ke bahasa Mandarin dengan judul yang sesuai dengan isi buku yaitu "47歲就要死了,但很平靜滿足:一個癌末男子如何知足、樂觀面對生命的結束47 Tahun Akan Meninggal, Tapi Tenang dan Puas”
Buku ini mencatat Bagaimana Seorang Pria di Akhir Hidupnya Menghadapi Akhir dengan Syukur dan Optimisme" mencatat pengalaman seorang pria yang menghadapi akhir hidupnya karena kanker stadium akhir, dan bagaimana ia tetap tenang dan merasa puas. Melalui cerita pribadinya, ia menunjukkan cara memandang hidup dan mati dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.
Penulis buku ini adalah seorang pria yang mengalami kanker stadium akhir, dan dia menulis buku ini sebagai bentuk refleksi atas perjalanan hidupnya, bagaimana dia menghadapi kenyataan tentang kematian yang semakin dekat, dan apa yang dia pelajari sepanjang perjalanannya.
Alasan dia menulis buku ini adalah untuk berbagi pengalaman dan pemikirannya kepada orang lain tentang bagaimana menemukan kedamaian, rasa syukur, dan kepuasan di tengah situasi sulit. Penulis ingin menginspirasi pembaca agar bisa menghargai setiap momen dalam hidup, tidak takut menghadapi ketidakpastian, dan belajar menerima kenyataan dengan hati yang terbuka dan sikap positif.
Melalui ceritanya, penulis berharap bisa membantu orang lain merenungkan apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka dan mengajarkan bahwa, meskipun menghadapi akhir hidup, seseorang masih bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan.
Buku ini menyampaikan beberapa konsep utama berikut:
Buku ini bertujuan untuk membuat orang merenungkan bagaimana cara menjalani hidup dengan penuh kepuasan dan ketenangan dalam waktu yang terbatas. Melalui kisah penulis, pembaca akan terinspirasi untuk menemukan kedamaian dan kepuasan batin saat menghadapi tantangan dalam hidup.
By Maria Sukamto, RtiApa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. mari baca buku lagi, tapi sebelumnya kita simak dulu bagaimana tanggapan Basid Hasibuan dan Min Lin atas isi JM tentang pakaian jeans. Yuk....
Tanggapan JM dari Basib Hasibuan
terima kak Maria atas acara hari ini dan acara Jurnal Maria yang sangat menarik dan kalau ditanya punya pakaian jeans saat sdh tidak punya sdh saya kasih kepada orang. Biasanya kalau beli pakaian 2-4 potong dan saya akan keluarkan isi lemari saya 4-6 potong dan kasihkan kepada siapa saja. Tapi biasanya ke kampung halaman saya kirimkan. Tidak hanya pakaian bekas saya tapi juga pakaian anak anak saya dan istri saya. Pertama pakaian itu masih layak pakai bahkan pakaian yang jadi favorite kita masing masing, tujuannya berbagi kadang juga beli satu dua potong yang bagus alias baru kemudian bagikan kepada keluarga. Yang jelas masih layak pakai. Apalagi anak anak dari usia remaja belasan tahun sampai usia awal 20an biasanya perkembangan fisiknya sangat cepat sehingga baju, celana banyak yang tidak muat sehingga biasanya kirimkan sebanyak 20-50 pcs ke keluarga di kampung halaman. Tidak hanya pakaian jeans tapi tshirt, kemeja, celana pendek leggings juga kami kirimkan karena ada yang minta walaupun itu bekas. Disamping itu tujuannya adalah untuk mengurangi isi lemari dalam rumah supaya tidak menumpung dan memakan tempat. Biasanya dalam setahun saya kirim dua kali melalui bus PT Antar Lintas Sumatera ( PT ALS) yang mana nantinya akan berhenti di kampungku, cukup cantumkan nomor telp penerima dan nama penerima dan kotanya, jangan dicantumkan alamat lengkapnya. Soalnya kalau di cantumkan alamat lengkap biasanya akan diantar lansung ke rumah dan minta ongkos kirim lagi bagi yang antar. Ongkos bukannya ongkos yang layak tapi malah ongkos buat malak. Kalau cuma mencantumkan nama, kota dan nomor hp petugasnya langsung telepon kepada penerima, dan penerimanya akan ambli barang ke pool bus tersebut.
Meskipun bekas jujur keluarga di kampung dengan suka cita menerimanya dengan baik, ada yang masih laik dipakai untuk kuliah, untuk ke undangan khususnya kebaya dan batik, kalau kemeja dan tshirt biasanya dipakai sehari hari dan juga untuk ke ladang atau ke sawah. Biaar ada ganti yang rutin di pakai
Sebelumnya kak Maria menjelaskan terkait dengan kecap saus Tiram
menari juga kak jenis jenis kecap yang biasa digunakan dalam dunia memasak.
Komentar Min Lin Jurnal Maria tgl 18 Nov 2024:
Terima kasih atas informasinya ttg Celana Jeans dan sejarahnya.
Bagi sy, jenis celana yg jarang sekali dipakai karena memang sy kurang suka memakainya. Sy sehari-hari memakai celana panjang dgn bahan non jeans karena rasanya ringan dan tdk panas walaupun kalau sdh agak lama digunakan, bagian pantatnya akan menipis dan sobek, beda dgn bahan celana jeans yg awet dan kuat. Walaupun demikian, sy tetap pilih non jeans, ini hanya soal selera saja menurut sy.
Salam,
Min Lin
Mari baca buku, sebuah buku ditulis oleh Simon Boas, berjudul
A Beginner’s guide to Dying.
Buku ini diterjemahkan ke bahasa Mandarin dengan judul yang sesuai dengan isi buku yaitu "47歲就要死了,但很平靜滿足:一個癌末男子如何知足、樂觀面對生命的結束47 Tahun Akan Meninggal, Tapi Tenang dan Puas”
Buku ini mencatat Bagaimana Seorang Pria di Akhir Hidupnya Menghadapi Akhir dengan Syukur dan Optimisme" mencatat pengalaman seorang pria yang menghadapi akhir hidupnya karena kanker stadium akhir, dan bagaimana ia tetap tenang dan merasa puas. Melalui cerita pribadinya, ia menunjukkan cara memandang hidup dan mati dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.
Penulis buku ini adalah seorang pria yang mengalami kanker stadium akhir, dan dia menulis buku ini sebagai bentuk refleksi atas perjalanan hidupnya, bagaimana dia menghadapi kenyataan tentang kematian yang semakin dekat, dan apa yang dia pelajari sepanjang perjalanannya.
Alasan dia menulis buku ini adalah untuk berbagi pengalaman dan pemikirannya kepada orang lain tentang bagaimana menemukan kedamaian, rasa syukur, dan kepuasan di tengah situasi sulit. Penulis ingin menginspirasi pembaca agar bisa menghargai setiap momen dalam hidup, tidak takut menghadapi ketidakpastian, dan belajar menerima kenyataan dengan hati yang terbuka dan sikap positif.
Melalui ceritanya, penulis berharap bisa membantu orang lain merenungkan apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka dan mengajarkan bahwa, meskipun menghadapi akhir hidup, seseorang masih bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan.
Buku ini menyampaikan beberapa konsep utama berikut:
Buku ini bertujuan untuk membuat orang merenungkan bagaimana cara menjalani hidup dengan penuh kepuasan dan ketenangan dalam waktu yang terbatas. Melalui kisah penulis, pembaca akan terinspirasi untuk menemukan kedamaian dan kepuasan batin saat menghadapi tantangan dalam hidup.