
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan telah berdampak pada sektor pendidikan di Taiwan. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah mahasiswa magister dan doktoral di berbagai universitas Taiwan terus mengalami penurunan.
Mahasiswa yang mengenyam pendidikan doktoral pada tahun 2000 berjumlah 34.000. Angka tersebut terus berkurang dan hanya tersisa 28.000 pada tahun 2018.
Untuk mahasiswa yang mengenyam pendidikan magister pada tahun 2000 berjumlah 185.000. Angka tersebut terus berkurang dan hanya tersisa 168.000 pada tahun 2018.
Menilik data statistik, jumlah mahasiswa jenjang magister dan doktoral untuk pertama kalinya mengalami peningkatan pada tahun 2019. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya jumlah pelajar asing yang hendak menempuh pendidikannya di Taiwan.
Namun demikian, pakar akademisi juga mencemaskan dampak wabah virus korona yang akan memukul berat sektor pendidikan, serta kembali menurunkan jumlah pelajar magister dan doktoral di Taiwan.
Fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan, jelas menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pelajar dalam negeri. Di antaranya, program sarjana-lah(S1) yang mendapat pukulan terberat, dengan pengurangan tahunan rata-rata mencapai 30.000 orang dalam lima tahun terakhir.
Di samping itu, jumlah mahasiswa magister dan doktoral juga mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhir.
Namun demikian, fenomena penurunan tersebut mulai membaik pada tahun 2019. Hal ini dikarenakan upaya keras lembaga pendidikan Taiwan yang terus menggelar pameran di luar negeri. Jumlah pelajar asing yang berhasil direkrut dalam setiap pergelaran pameran berhasil mengimbangi fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan.
By Aditya Nugraha, Rti(Taiwan, ROC) --- Fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan telah berdampak pada sektor pendidikan di Taiwan. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah mahasiswa magister dan doktoral di berbagai universitas Taiwan terus mengalami penurunan.
Mahasiswa yang mengenyam pendidikan doktoral pada tahun 2000 berjumlah 34.000. Angka tersebut terus berkurang dan hanya tersisa 28.000 pada tahun 2018.
Untuk mahasiswa yang mengenyam pendidikan magister pada tahun 2000 berjumlah 185.000. Angka tersebut terus berkurang dan hanya tersisa 168.000 pada tahun 2018.
Menilik data statistik, jumlah mahasiswa jenjang magister dan doktoral untuk pertama kalinya mengalami peningkatan pada tahun 2019. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya jumlah pelajar asing yang hendak menempuh pendidikannya di Taiwan.
Namun demikian, pakar akademisi juga mencemaskan dampak wabah virus korona yang akan memukul berat sektor pendidikan, serta kembali menurunkan jumlah pelajar magister dan doktoral di Taiwan.
Fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan, jelas menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pelajar dalam negeri. Di antaranya, program sarjana-lah(S1) yang mendapat pukulan terberat, dengan pengurangan tahunan rata-rata mencapai 30.000 orang dalam lima tahun terakhir.
Di samping itu, jumlah mahasiswa magister dan doktoral juga mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhir.
Namun demikian, fenomena penurunan tersebut mulai membaik pada tahun 2019. Hal ini dikarenakan upaya keras lembaga pendidikan Taiwan yang terus menggelar pameran di luar negeri. Jumlah pelajar asing yang berhasil direkrut dalam setiap pergelaran pameran berhasil mengimbangi fenomena berkurangnya jumlah anak di Taiwan.