Kampus

Kampus


Listen Later

(Taiwan, ROC) --- Departement of Space Science and Engineering baru saja didirikan oleh National Central University (NCU) pada tahun ini. Untuk tahun ajaran 2020, diberitakan telah ada 30 orang yang mendaftar ke dalam jurusan tersebut.

Di antara mereka, terdapat seorang wanita muda yang menolak untuk menjadi mahasiswa di Universitas Nasional Taiwan (NTU) dan memilih untuk mewujudkan mimpinya menjadi astronot wanita.

Ini adalah bidang ilmu pengetahuan astronot pertama yang merekrut pelajar lulusan SMA untuk mengikuti jenjang pendidikan S1 di Taiwan.

Kepala Jurusan Departement of Space Science and Engineering, Chao Chi-kuang (趙吉光) menyampaikan, ada banyak kursus praktis yang dicanangkan oleh divisi mereka. Bagi mahasiswa tahun ketiga dapat turut berpartisipasi dalam produksi satelit miniatur 'CubeSat' dan meluncurkannya ke luar angkasa.

Sebelum lulus, para mahasiswa dapat merasakan proses produksi peluncuran satelit.

Pada tahun 2019, National Space Organization (NSPO) telah mengumumkan program kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Taiwan; meliputi National Central University, National Yang Ming University, National Tsing Hua University dan National Chiao Tung University. Bersama dengan keempat universitas tersebut, NSPO secara perdana merancang program pendidikan Space Science and Engineering.

Program pendidikan ini diharapkan dapat menggabungkan teori akademis dengan pengalaman praktis dari NSPO untuk menumbuhkan bakat teknologi luar angkasa generasi berikutnya di Taiwan.

NSPO melanjutkan, pihaknya juga telah menandatangani perjanjian aliansi strategis dengan Chung Cheng Institute of Technology (NDU) pada tahun 2019. NSPO akan bertanggung jawab untuk membantu NDU menumbuhkan bakat baru, sehingga para pelajar NDU ke depannya tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki literasi yang mumpuni di bidang teknologi ruang angkasa.

Produksi Satelit Formosat-5 dan Formosat-7 asal Taiwan, telah membangkitkan minat kaum muda terhadap bidang ruang angkasa. Tidak sedikit dari para peminat mengikuti perkembangan dari produksi satelit Taiwan, kemudian menemukan hasrat untuk mempelajari ruang astronomi.

Untuk menghindari ketidak-sesuaian antara harapan mahasiswa dengan realitas di lapangan, Departement of Space Science and Engineering mengonfirmasi dan menanyakan harapan yang ingin dicapai oleh setiap pelajar. Beberapa pelajar menyampaikan bahwa mereka ingin menciptakan roket dan para pembimbing akan menjelaskan jika "roket" bukanlah fokus dalam pengembangan jurusan antariksa saat ini.

Chao Chi-kuang melanjutkan, akan ada banyak kursus praktis yang dapat dijalankan oleh para mahasiswa. Untuk mahasiswa tahun kedua, mereka akan dipandu oleh guru pembimbing untuk menyelesaikan ragam topik atau isu yang berhubungan dengan luar angkasa.

Pihak jurusan juga sudah memiliki peralatan dan bahan pelajaran satelit yang diimpor dari Jepang.

Untuk mahasiswa tingkat ketiga, mereka dapat berpartisipasi langsung dalam proses produksi satelit miniatur 'CubeSat' dan meluncurkannya ke luar angkasa.

Di samping itu, setiap pelajar juga akan diberikan kesempatan untuk magang di NSPO.

Untuk mahasiswa tingkat keempat, mereka akan diupayakan untuk ikut serta dalam penelitian khusus, sebelum menyelesaikan masa S1 mereka.

Dan bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu antariksa, mereka akan direkomendasikan untuk mengambil program pasca-sarjana (S2).

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

KampusBy Aditya Nugraha, Rti