
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Buku pelajaran matematika Sekolah Menengah Atas untuk tahun ajaran 2019 telah menghapus halaman “tabel logaritma dan tabel fungsi trigonometrik”. Para pelajar pun diperbolehkan menggunakan kalkulator untuk menghitung soal yang diberikan saat ujian. Cara ini dianggap sebagai metode yang masuk akal dan sesuai dengan fakta di lapangan.
Namun demikian, penggunaan kalkulator belum diizinkan saat ujian masuk universitas dilangsungkan. Beberapa tenaga pengajar SMA menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan masukan tersebut kepada pihak penyelenggara ujian, untuk mengizinkan para siswa menggunakan kalkulator. Diharapkan hal tersebut dapat terealisasikan dalam tahun ajaran 2024 mendatang.
Dikarenakan buku pelajaran matematika untuk tahun ajaran 2019 telah menghapus halaman “tabel logaritma dan tabel fungsi trigonometrik”, membuat para guru tidak perlu lagi mengajarkan para siswanya bagaimana menggunakan tabel tersebut.
Jika di tahun 2024 mendatang “penggunaan kalkulator” masih belum terealisasikan, maka hal ini akan mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi.
Faktanya, pengajuan penggunaan kalkulator telah diajukan oleh beberapa guru matematika kepada pihak Kementerian Pendidikan pada bulan Oktober tahun lalu. Di kala tersebut, MOE menyampaikan pihaknya akan membentuk tim evaluasi untuk segera mendiskusikan segala kemungkinan yang ada.
Jika memang akan diizinkan, maka MOE diminta untuk mengumumkan hal tersebut lebih awal, yakni tiga tahun sebelum kebijakan tersebut dilakukan.
Huang Cui-juan (黃璀娟) selaku Wakil Ketua College Entrance Examination Center menyampaikan, otoritas mereka kini tengah mempelajari seluruh kemungkinan yang ada. Sebelum izin tersebut disahkan, mereka harus meneliti jenis soal dan mengevaluasi perbedaan antar 1 materi soal dengan materi soal lainnya. Huang Cui-juan melanjutkan, pihaknya juga masih memperhitungkan jenis kalkulator seperti apa yang diperbolehkan memasuki kawasan ujian. Di samping itu, mereka juga harus mempertimbangkan keterbatasan para pelajar yang menderita cacat fisik.
Chen Guang-hung (陳光鴻), seorang guru matematika yang menjadi pemrakarsa ide penggunaan kalkulator ini menyampaikan, pihak penyelenggara ujian dapat mendesain jenis kalkulator yang dapat menjawab materi pertanyaan. Guru matematika yang mengajar di Taichung First Senior High School tersebut menambahkan, bagi pelajar yang memiliki keterbatasan fisik dapat diberikan ruang ujian khusus dan dibantu oleh tenaga profesional untuk mengoperasikan penggunaan kalkulator.
Seorang guru matematika Taipei Municipal Jianguo High School, Zeng Zheng-ching (曾政清) menyampaikan, silabus tahun ajaran baru menekankan pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia sehari-hari. Penggunaan komputer merupakan hal yang wajar dan dinilai cukup realistis.
Zeng Zheng-ching menyampaikan, media kalkulator telah menemani kehidupan sehari-hari manusia. Sangat disayangkan jika beberapa anak harus kehilangan poin karena kesalahan dalam berhitung. Jika kita memberikan pengajaran penggunaan kalkulator yang sesuai kepada mereka, maka hal tersebut dapat membuat sang anak lebih fokus untuk memahami konsep matematika dan mendalami talenta masing-masing. Chen Guang-hung melanjutkan, beberapa tenaga pengajar melangsungkan pengamatan dan menemukan jika penggunaan komputer dapat membantu mendongkrak prestasi matematika seorang siswa. Penerapan komputerisasi dapat memberikan peluang bagi mereka untuk menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat. Jika hal ini dapat diterapkan, maka dirasa dapat meningkatkan minat para pelajar terhadap mata pelajaran matematika.
By Aditya Nugraha, Rti(Taiwan, ROC) --- Buku pelajaran matematika Sekolah Menengah Atas untuk tahun ajaran 2019 telah menghapus halaman “tabel logaritma dan tabel fungsi trigonometrik”. Para pelajar pun diperbolehkan menggunakan kalkulator untuk menghitung soal yang diberikan saat ujian. Cara ini dianggap sebagai metode yang masuk akal dan sesuai dengan fakta di lapangan.
Namun demikian, penggunaan kalkulator belum diizinkan saat ujian masuk universitas dilangsungkan. Beberapa tenaga pengajar SMA menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan masukan tersebut kepada pihak penyelenggara ujian, untuk mengizinkan para siswa menggunakan kalkulator. Diharapkan hal tersebut dapat terealisasikan dalam tahun ajaran 2024 mendatang.
Dikarenakan buku pelajaran matematika untuk tahun ajaran 2019 telah menghapus halaman “tabel logaritma dan tabel fungsi trigonometrik”, membuat para guru tidak perlu lagi mengajarkan para siswanya bagaimana menggunakan tabel tersebut.
Jika di tahun 2024 mendatang “penggunaan kalkulator” masih belum terealisasikan, maka hal ini akan mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi.
Faktanya, pengajuan penggunaan kalkulator telah diajukan oleh beberapa guru matematika kepada pihak Kementerian Pendidikan pada bulan Oktober tahun lalu. Di kala tersebut, MOE menyampaikan pihaknya akan membentuk tim evaluasi untuk segera mendiskusikan segala kemungkinan yang ada.
Jika memang akan diizinkan, maka MOE diminta untuk mengumumkan hal tersebut lebih awal, yakni tiga tahun sebelum kebijakan tersebut dilakukan.
Huang Cui-juan (黃璀娟) selaku Wakil Ketua College Entrance Examination Center menyampaikan, otoritas mereka kini tengah mempelajari seluruh kemungkinan yang ada. Sebelum izin tersebut disahkan, mereka harus meneliti jenis soal dan mengevaluasi perbedaan antar 1 materi soal dengan materi soal lainnya. Huang Cui-juan melanjutkan, pihaknya juga masih memperhitungkan jenis kalkulator seperti apa yang diperbolehkan memasuki kawasan ujian. Di samping itu, mereka juga harus mempertimbangkan keterbatasan para pelajar yang menderita cacat fisik.
Chen Guang-hung (陳光鴻), seorang guru matematika yang menjadi pemrakarsa ide penggunaan kalkulator ini menyampaikan, pihak penyelenggara ujian dapat mendesain jenis kalkulator yang dapat menjawab materi pertanyaan. Guru matematika yang mengajar di Taichung First Senior High School tersebut menambahkan, bagi pelajar yang memiliki keterbatasan fisik dapat diberikan ruang ujian khusus dan dibantu oleh tenaga profesional untuk mengoperasikan penggunaan kalkulator.
Seorang guru matematika Taipei Municipal Jianguo High School, Zeng Zheng-ching (曾政清) menyampaikan, silabus tahun ajaran baru menekankan pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia sehari-hari. Penggunaan komputer merupakan hal yang wajar dan dinilai cukup realistis.
Zeng Zheng-ching menyampaikan, media kalkulator telah menemani kehidupan sehari-hari manusia. Sangat disayangkan jika beberapa anak harus kehilangan poin karena kesalahan dalam berhitung. Jika kita memberikan pengajaran penggunaan kalkulator yang sesuai kepada mereka, maka hal tersebut dapat membuat sang anak lebih fokus untuk memahami konsep matematika dan mendalami talenta masing-masing. Chen Guang-hung melanjutkan, beberapa tenaga pengajar melangsungkan pengamatan dan menemukan jika penggunaan komputer dapat membantu mendongkrak prestasi matematika seorang siswa. Penerapan komputerisasi dapat memberikan peluang bagi mereka untuk menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat. Jika hal ini dapat diterapkan, maka dirasa dapat meningkatkan minat para pelajar terhadap mata pelajaran matematika.