
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Di tengah merebaknya epidemi virus Corona saat ini, sebagian besar institusi pendidikan dunia telah menerapkan langkah pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan inovasi teknologi, yakni video-conference. Hal tersebut juga berlaku di beberapa institusi pendidikan di Taiwan, bahkan Universitas Nasional Taiwan (NTU) pun menjalankan proses Ujian Tengah Semester (UTS) jarak jauh. Universitas Mingchuan juga melaksanakan UTS dengan meminta para mahasiswa mengumpulkan laporan. Meski demikian, beberapa universitas tetap mempertahankan proses UTS di dalam kelas, misal National Taiwan Normal University (NTNU) menangguhkan pelaksanaan UTS hingga akhir bulan mendatang.
Saat ini, pihak NTU telah melaksanakan program pembelajaran “jarak jauh” yang akan melibatkan lebih dari 100 pelajar. Mahasiswa asal Hong Kong, Macau dan RRT juga terlibat dalam proses tersebut. Wakil Dekan NTU, Chan Kuei-yuan (詹魁元) menyampaikan akan melaksanakan proses UTS pada pekan mendatang. Pihak kampus juga telah meminta kepada para dosen untuk mengubah cara pelaksanaan ujian dengan mengizinkan para mahasiswa membuka buku (open book). Sebelum mengikuti UTS, para siswa harus menandatangani sebuah perjanjian, bahwa mereka tidak akan menyontek jawaban dari pelajar lain. Dan mereka diizinkan untuk menjawab soal UTS di perpustakaan atau tempat terpisah lainnya.
Chan Kuei-yuan mengemukakan, NTU juga menyarankan para dosen untuk mengubah cara pelaksanaan UTS, yakni dengan meminta para mahasiswa untuk mengumpulkan laporan dalam bentuk makalah. Ia pribadi pun menerapkan langkah serupa, yakni mengharuskan para mahasiswa untuk membacakan laporannya secara online. Bagi mahasiswa lainnya, mereka diwajibkan memberikan komentar atas laporan tengah disampaikan oleh pelajar terkait. Melalui inovasi teknologi yang ada saat ini, pihak sekolah pun menggunakan perangkat lunak, seperti Google untuk mengumpulkan para mahasiswa dari rumah mereka masing-masing. Chan Kuei-yuan menambahkan, ini bukanlah proyek yang mudah, sebelum UTS berlangsung, dirinya harus melakukan percobaan terhadap aplikasi terkait 3 hari sebelumnya untuk memastikan kelancaran saat UTS berlangsung.
By Aditya Nugraha, Rti(Taiwan, ROC) --- Di tengah merebaknya epidemi virus Corona saat ini, sebagian besar institusi pendidikan dunia telah menerapkan langkah pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan inovasi teknologi, yakni video-conference. Hal tersebut juga berlaku di beberapa institusi pendidikan di Taiwan, bahkan Universitas Nasional Taiwan (NTU) pun menjalankan proses Ujian Tengah Semester (UTS) jarak jauh. Universitas Mingchuan juga melaksanakan UTS dengan meminta para mahasiswa mengumpulkan laporan. Meski demikian, beberapa universitas tetap mempertahankan proses UTS di dalam kelas, misal National Taiwan Normal University (NTNU) menangguhkan pelaksanaan UTS hingga akhir bulan mendatang.
Saat ini, pihak NTU telah melaksanakan program pembelajaran “jarak jauh” yang akan melibatkan lebih dari 100 pelajar. Mahasiswa asal Hong Kong, Macau dan RRT juga terlibat dalam proses tersebut. Wakil Dekan NTU, Chan Kuei-yuan (詹魁元) menyampaikan akan melaksanakan proses UTS pada pekan mendatang. Pihak kampus juga telah meminta kepada para dosen untuk mengubah cara pelaksanaan ujian dengan mengizinkan para mahasiswa membuka buku (open book). Sebelum mengikuti UTS, para siswa harus menandatangani sebuah perjanjian, bahwa mereka tidak akan menyontek jawaban dari pelajar lain. Dan mereka diizinkan untuk menjawab soal UTS di perpustakaan atau tempat terpisah lainnya.
Chan Kuei-yuan mengemukakan, NTU juga menyarankan para dosen untuk mengubah cara pelaksanaan UTS, yakni dengan meminta para mahasiswa untuk mengumpulkan laporan dalam bentuk makalah. Ia pribadi pun menerapkan langkah serupa, yakni mengharuskan para mahasiswa untuk membacakan laporannya secara online. Bagi mahasiswa lainnya, mereka diwajibkan memberikan komentar atas laporan tengah disampaikan oleh pelajar terkait. Melalui inovasi teknologi yang ada saat ini, pihak sekolah pun menggunakan perangkat lunak, seperti Google untuk mengumpulkan para mahasiswa dari rumah mereka masing-masing. Chan Kuei-yuan menambahkan, ini bukanlah proyek yang mudah, sebelum UTS berlangsung, dirinya harus melakukan percobaan terhadap aplikasi terkait 3 hari sebelumnya untuk memastikan kelancaran saat UTS berlangsung.