
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Aktivitas olahraga yang seimbang dapat meningkatkan daya imun, sedangkan ritme olahraga yang terlampau tinggi ternyata bisa berdampak negatif bagi kekebalan tubuh manusia. Para pakar menjelaskan, intensitas olahraga yang berlebihan akan menyebabkan napas menjadi terengah-rengah, membuat manusia harus semakin menghirup udara dengan volume yang banyak. Di saat inilah, partikel virus yang tersebar di permukaan udara ditakutkan terhirup masuk ke dalam tubuh manusia. Diimbau kepada para warga untuk menerapkan ritme dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Faktanya, olahraga dengan intensitas berlebihan dapat mengurangi sistem imunitas, karena akan memaksa kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon kortisol guna menghasilkan energi yang lebih besar. Hormon kortisol yang dihasilkan ketika tubuh mengalami stres atau tekanan berat, ternyata memiliki dampak negatif bagi pertahanan tubuh manusia dalam menangkal serangan virus di luar sana.
Li Guan-ting (李貫廷) seorang dokter di kawasan Tainan menyampaikan, olahraga yang berlebihan dapat membuat daya imunitas tubuh manusia menjadi lemah. Hal ini diakibatkan dari sifat olahraga itu sendiri yang terus menstimulus dan perlahan-lahan membuat tubuh menjadi terbiasa. Sehingga, aktivitas olahraga yang terlalu berlebihan akan membuat tubuh menjadi “kaget” dan menurunkan daya kekebalan tubuh. Ia pun menyarankan untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dan teratur dalam berolahraga.
Ia menuturkan, olahraga angkat beban yang merangsang pembentukan otot, lebih tidak dianjurkan. Otot yang terbentuk dari mengangkat beban, biasanya harus melewati proses merusak jaringan otot terlebih dahulu. Olahraga yang memiliki tingkat intensitas seperti demikian lebih baik diganti dengan teknik senam atau aerobik.
Huang Jian-xian (黃建賢) menyarankan, olahraga yang baik harus dirancang dan disesuaikan dengan kemampuan fisik Anda. Jangan berolahraga sampai Anda mengalami sesak nafas atau pingsan tiba-tiba. Misalnya, pelari maraton yang kehabisan energi, sebenarnya akan memperburuk daya resistensi mereka. Pada umumnya, orang yang sehat tidak akan mengalami momen kehabisan oksigen, walau mereka menjalani proses olahraga dengan intensitas tinggi.
By Aditya Nugraha, Rti(Taiwan, ROC) --- Aktivitas olahraga yang seimbang dapat meningkatkan daya imun, sedangkan ritme olahraga yang terlampau tinggi ternyata bisa berdampak negatif bagi kekebalan tubuh manusia. Para pakar menjelaskan, intensitas olahraga yang berlebihan akan menyebabkan napas menjadi terengah-rengah, membuat manusia harus semakin menghirup udara dengan volume yang banyak. Di saat inilah, partikel virus yang tersebar di permukaan udara ditakutkan terhirup masuk ke dalam tubuh manusia. Diimbau kepada para warga untuk menerapkan ritme dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Faktanya, olahraga dengan intensitas berlebihan dapat mengurangi sistem imunitas, karena akan memaksa kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon kortisol guna menghasilkan energi yang lebih besar. Hormon kortisol yang dihasilkan ketika tubuh mengalami stres atau tekanan berat, ternyata memiliki dampak negatif bagi pertahanan tubuh manusia dalam menangkal serangan virus di luar sana.
Li Guan-ting (李貫廷) seorang dokter di kawasan Tainan menyampaikan, olahraga yang berlebihan dapat membuat daya imunitas tubuh manusia menjadi lemah. Hal ini diakibatkan dari sifat olahraga itu sendiri yang terus menstimulus dan perlahan-lahan membuat tubuh menjadi terbiasa. Sehingga, aktivitas olahraga yang terlalu berlebihan akan membuat tubuh menjadi “kaget” dan menurunkan daya kekebalan tubuh. Ia pun menyarankan untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dan teratur dalam berolahraga.
Ia menuturkan, olahraga angkat beban yang merangsang pembentukan otot, lebih tidak dianjurkan. Otot yang terbentuk dari mengangkat beban, biasanya harus melewati proses merusak jaringan otot terlebih dahulu. Olahraga yang memiliki tingkat intensitas seperti demikian lebih baik diganti dengan teknik senam atau aerobik.
Huang Jian-xian (黃建賢) menyarankan, olahraga yang baik harus dirancang dan disesuaikan dengan kemampuan fisik Anda. Jangan berolahraga sampai Anda mengalami sesak nafas atau pingsan tiba-tiba. Misalnya, pelari maraton yang kehabisan energi, sebenarnya akan memperburuk daya resistensi mereka. Pada umumnya, orang yang sehat tidak akan mengalami momen kehabisan oksigen, walau mereka menjalani proses olahraga dengan intensitas tinggi.