Kampus

Kampus


Listen Later

(Taiwan, ROC) --- Peristiwa perundungan terhadap seorang bocah berusia 9 tahun asal Australia baru-baru ini menarik perhatian para warganet. Quaden Bayles yang mengidap gangguan Akondroplasia (gangguan tulang yang berdampak pada kelainan pertumbuhan) harus menerima perlakuan semena-mena dari teman sekelasnya. Pekan lalu, ia menangis dan menyampaikan keluh kesahnya kepada sang ibunda. Dalam sebuah video yang direkam oleh sang ibu, bocah tersebut melontarkan ucapan-ucapan yang menyayat hati bagi yang mendengarkannya. Ia sempat  mengujar, bahwa dirinya ingin mengakhiri hidupnya. Ucapan yang begitu perih tersebut keluar dari mulut seorang anak dengan usia yang masih sangat belia. Video yang diunggah di media sosial tersebut, berhasil menarik perhatian para warganet. Beberapa tokoh dari berbagai belahan dunia membanjiri kolom komentar di mana video tersebut dipasang. Aktor asal Australia Hugh Jackman dan komedian Amerika Serikat Brad Williams pun memberikan dukungan mereka kepada sang bocah.

Pada tanggal 20 Februari 2020, Yarraka Bayles yang merupakan ibunda dari sang anak tersebut, menerima wawancara eksklusif dari stasiun televisi Australia, SBS Public Television. Dalam wawancara tersebut, ia mencurahkan kesedihan di saat harus melihat sang anak menerima perlakukan intimidasi dari teman sebayanya. Yarraka Bayles menambahkan bahwa dirinya sempat menyaksikan langsung sang anak dibully oleh teman sebayanya pada tanggal 19 Februari 2020 silam. Aksi yang berlangsung di Carina State School tersebut, tentu mengecewakan banyak pihak, terutama dari keluarga korban.

Meskipun pihak sekolah telah mengupayakan langkah perlindungan, namun aksi intimidasi dari teman sekelasnya tetap terjadi. Beberapa dari mereka bahkan menggertak Quaden Bayles. Perilaku intimidasi di lingkungan sekolah yang sulit dihentikan, akan dapat melukai fisik dan mental dari sang korban.

Sebagian besar institusi pendidikan di Taiwan akan memulai kegiatan belajar mengajar mereka pada pekan ini. Di tengah merebaknya wabah “COVID-19”, pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Taiwan (MOE) membentuk mekanisme penanggulangan epidemi di sekolah-sekolah. Pemerintah Kota Taipei akan menerapkan 3 langkah pencegahan, guna menekan kemungkinan para guru dan pelajar terkena wabah “COVID-19”. Jika ada salah satu siswa yang memiliki gejala panas, maka akan langsung diisolasi sementara di ruangan khusus, yang kemudian akan dirujuk dengan memberitahukan kepada orang tua siswa terkait. Selain itu, kelas di mana siswa tersebut berada akan dilangsungkan proses penyemprotan disinfektan dan seluruh pelajar lainnya beserta sang guru diwajibkan mengenakan masker. Jika keadaan memungkinkan, maka sekolah patut mengganti ruang kelas untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

KampusBy Aditya Nugraha, Rti