Kampus

Kampus


Listen Later

Di tengah merebaknya epidemi pneumonia “COVID-19” di berbagai belahan dunia, perhatian warganet tertuju pada India. Hingga hari ini, India hanya melaporkan 3 warganya yang terinfeksi wabah tersebut. Ketiga warga India tersebut pun telah dikonfirmasi pulih dari gejala pneumonia “COVID-19”. Sebelumnya India telah memulangkan 645 warga mereka dari Kota Wuhan. Menariknya, tidak ada 1 warga India yang terpapar infeksi epidemi tersebut. Para ahli percaya, kekebalan tubuh warga India dipengaruhi 2 faktor utama, yakni kebiasaan kuliner dan perubahan cuaca yang kerap kali berubah secara ekstrem di India.

Pemerintah India mengumumkan 3 warganya yang bermukim di Kerala telah terpapar epidemi “COVID-19”, yang saat ini telah menewaskan ribuan warga Republik Rakyat Tiongkok. Di kala itu, beberapa warga India merasa, ketiga orang tersebut dapat terjangkit epidemi “COVID-19”, dikarenakan telah lama bermukim di kawasan RRT dan tidak lagi mengasup kuliner khas India.

Mayoritas warga India percaya, rempah-rempah yang terdapat dalam masakan khas setempat dapat membantu proses pencernaan dan meningkatkan daya imun tubuh terhadap serangan virus-virus penyakit.

Orang-orang asing yang telah bermukim di India mengujar, jarang sekali terdengar ada wabah influensa dalam skala besar yang terjadi di India. Dan bahkan ketika SARS merebak pada tahun 2002 hingga 2003, India tetap aman dan terbebas dari serangan tersebut.

Hal ini tidak terkecuali dengan wabah “COVID-19” yang saat ini tengah merebak luas. Hingga hari ini, hanya ada 3 kasus yang dilaporkan dan ketiga dari mereka juga telah keluar dari rumah sakit. Sebelumnya, otoritas New Delhi telah mengirim pesawat khusus untuk memulangkan 645 warga mereka dari Kota Wuhan. Setelah melewati masa karantina dan proses evaluasi selama 14 hari, tidak ada 1 kasus pun yang dilaporkan telah tertular wabah tersebut.

Anju Khattar, seorang pakar kuliner yang telah mempelajari masakan India selama 35 tahun ini menyampaikan, bahwa penggunaan bahan-bahan alami seperti bawang bombai, tomat, jahe, kunyit, bawang putih dan bubuk cabai merah, dapat meningkatkan vitalitas tubuh manusia. Makanan rakyat India yang sarat dengan aneka rempah-rempah di atas, berhasil menjauhkan warganya dari penyakit seperti influensa.

Mencuci tangan merupakan kebiasaan baik yang dapat membuat tubuh manusia terhindar dari virus dan bakteri penyakit. Namun tahukah Anda, bahwa mencuci tangan jika tidak dibarengi langsung dengan mengeringkan tangan, akan meningkatkan jumlah kuman. Wakil Biro Pengendalian Epidemi dan Penyakit Menular (CDC), Shi Wen-yi (施文儀) menyampaikan, proses mengeringkan tangan setelah mencuci tangan, adalah langkah yang tidak kalah penting. Menurut penelitian para pakar, jumlah bakteri yang terdapat dalam tangan yang basah akan meningkat lebih banyak 84%, dibandingkan sebelum mencuci tangan.

Shi Wen-yi menambahkan, bagian telapak tangan dan celah pada kuku manusia merupakan tempat termudah terkontaminasi oleh kuman. Oleh karena itu, ketika Anda selesai mencuci tangan dan tidak langsung mengeringkannya, akan membuat bakteri-bakteri menggantung di molekul udara. Bakteri-bakteri ini akan kembali menghinggapi pakaian dan peralatan di sekitar, yang akhirnya akan membuat tangan Anda menjadi lebih tidak higienis.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

KampusBy Aditya Nugraha, Rti