
Sign up to save your podcasts
Or


(Taiwan, ROC) --- Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting dalam budaya masyarakat Tionghoa. Perayaan yang jatuh pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan kalender imlek ini, juga sering dikaitkan dengan datangnya Musim Semi. Tidak heran, Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Festival Musim Semi. Adat istiadat merayakan pergantian Tahun Baru Imlek sangat bervariasi. Dikarenakan letak geografis dan ragamnya kebudayaan yang dimiliki masyarakat Tionghoa, membuat perayaan Imlek kian bervariasi. Namun demikian, perayaan Imlek akan identik dengan kembang api, warna merah, kumpul bersama keluarga besar, angpau dan lain-lain. Perayaan Imlek juga kental dengan pantangan-pantangan, yang telah diceritakan semenjak dahulu. Orang Tionghoa percaya, tindakan-tindakan yang dilakukan dalam perayaan Imlek merupakan simbol/gambaran keadaan yang akan terjadi selama setahun berikutnya. Tidak heran jika tindakan-tindakan negatif, sangat tabu dilakukan saat Tahun Baru Imlek berlangsung.
Warna merah selalu identik dengan semangat, api atau bahkan darah. Disebutkan, pencinta warna merah merupakan pribadi yang kuat, positif dan menerima segala keterbukaan. Selain itu, warna merah sering kali dikaitkan dengan gaya hidup yang berbeda dari orang lain, kaya secara emosional dan memiliki kepribadian sangat ramah. Sayangnya, pencinta warna merah terkadang terlalu keras akan pendirian sendiri, yang akhirnya gampang membuat diri sendiri terjun ke dalam perdebatan dan terkadang terlampau sensitif atau mudah tersinggung. Sifat keras kepala, sering membuat mereka mudah untuk mengucapkan sesuatu dengan cepat dan tanpa berpikir terlebih dahulu.
By Aditya Nugraha, Rti(Taiwan, ROC) --- Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting dalam budaya masyarakat Tionghoa. Perayaan yang jatuh pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan kalender imlek ini, juga sering dikaitkan dengan datangnya Musim Semi. Tidak heran, Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Festival Musim Semi. Adat istiadat merayakan pergantian Tahun Baru Imlek sangat bervariasi. Dikarenakan letak geografis dan ragamnya kebudayaan yang dimiliki masyarakat Tionghoa, membuat perayaan Imlek kian bervariasi. Namun demikian, perayaan Imlek akan identik dengan kembang api, warna merah, kumpul bersama keluarga besar, angpau dan lain-lain. Perayaan Imlek juga kental dengan pantangan-pantangan, yang telah diceritakan semenjak dahulu. Orang Tionghoa percaya, tindakan-tindakan yang dilakukan dalam perayaan Imlek merupakan simbol/gambaran keadaan yang akan terjadi selama setahun berikutnya. Tidak heran jika tindakan-tindakan negatif, sangat tabu dilakukan saat Tahun Baru Imlek berlangsung.
Warna merah selalu identik dengan semangat, api atau bahkan darah. Disebutkan, pencinta warna merah merupakan pribadi yang kuat, positif dan menerima segala keterbukaan. Selain itu, warna merah sering kali dikaitkan dengan gaya hidup yang berbeda dari orang lain, kaya secara emosional dan memiliki kepribadian sangat ramah. Sayangnya, pencinta warna merah terkadang terlalu keras akan pendirian sendiri, yang akhirnya gampang membuat diri sendiri terjun ke dalam perdebatan dan terkadang terlampau sensitif atau mudah tersinggung. Sifat keras kepala, sering membuat mereka mudah untuk mengucapkan sesuatu dengan cepat dan tanpa berpikir terlebih dahulu.