
Sign up to save your podcasts
Or


Vaksinasi COVID19 di Indonesia memang mengalami banyak kendala, cakupan rendah dan lambat. Sementara penularan di komunitas nampaknya masih sulit dikendalikan oleh banyak faktor. Yaitu kombinasi antara perilaku manusia dari sisi penegakan aturan, kebijakan dan kerumunan.
Situasi diperburuk dengan munculnya varian dari SARSCoV2 coronavirus penyebab COVID19. Varian muncul sebagai akibat terjadinya mutasi di beberapa titik genom virus. Kombinasi tertentu membentuk Varian yang memiliki kemampuan unik seperti penularan yang lebih efektif. Sejauh ini varian yang muncul di dahului dengan penularan di komunitas.
Artinya ketika penularan tidak terkendali akan memberikan kesempatan bagi virus untuk memperbanyak diri. Maka dalam proses perbanyakan diri tersebut kemungkinna terjadinya 'salah ketik' oleh si virus tentu semakin besar ketika penularan juga masif.
Munculnya varian P1 di Brazil didahului kerumunan. Bagaimana dengan vaksin, apakah bisa memunculkan varian? Hingga saat ini data menunjukkan varian justru muncul SEBELUM vaksin diberikan. Dan hingga kini vaksin yang sudah ada seperti Pfizer, Astrazeneca, dan Sinovac nampaknya masih bisa mengurangi risiko gejala covid akibat varian alfa, delta, gamma meski dengan efikasi yang berbeda. Maka pilihan di depan mata kita perlu melakukan dua hal sekaligus, hentikan penularan di komunitas (kombinasi 5M dan 3T) serta perluas cakupan vaksinasi pada populasi berisiko.
Referensi
Kronologi munculnya varian P1 (Gamma) di Brazil yang didahului pembukaan kerumunan terlalu dini seperti dilakukannya pilkada Sabino, E., Buss, L., & Faria, N.R. (2021). Resurgence of COVID-19 in Manaus, Brazil, despite high seroprevalence. Lancet (London, England), 397, 452 - 455.
By Pak AhmadVaksinasi COVID19 di Indonesia memang mengalami banyak kendala, cakupan rendah dan lambat. Sementara penularan di komunitas nampaknya masih sulit dikendalikan oleh banyak faktor. Yaitu kombinasi antara perilaku manusia dari sisi penegakan aturan, kebijakan dan kerumunan.
Situasi diperburuk dengan munculnya varian dari SARSCoV2 coronavirus penyebab COVID19. Varian muncul sebagai akibat terjadinya mutasi di beberapa titik genom virus. Kombinasi tertentu membentuk Varian yang memiliki kemampuan unik seperti penularan yang lebih efektif. Sejauh ini varian yang muncul di dahului dengan penularan di komunitas.
Artinya ketika penularan tidak terkendali akan memberikan kesempatan bagi virus untuk memperbanyak diri. Maka dalam proses perbanyakan diri tersebut kemungkinna terjadinya 'salah ketik' oleh si virus tentu semakin besar ketika penularan juga masif.
Munculnya varian P1 di Brazil didahului kerumunan. Bagaimana dengan vaksin, apakah bisa memunculkan varian? Hingga saat ini data menunjukkan varian justru muncul SEBELUM vaksin diberikan. Dan hingga kini vaksin yang sudah ada seperti Pfizer, Astrazeneca, dan Sinovac nampaknya masih bisa mengurangi risiko gejala covid akibat varian alfa, delta, gamma meski dengan efikasi yang berbeda. Maka pilihan di depan mata kita perlu melakukan dua hal sekaligus, hentikan penularan di komunitas (kombinasi 5M dan 3T) serta perluas cakupan vaksinasi pada populasi berisiko.
Referensi
Kronologi munculnya varian P1 (Gamma) di Brazil yang didahului pembukaan kerumunan terlalu dini seperti dilakukannya pilkada Sabino, E., Buss, L., & Faria, N.R. (2021). Resurgence of COVID-19 in Manaus, Brazil, despite high seroprevalence. Lancet (London, England), 397, 452 - 455.