Kita pernah menjadi bisu
Bersapa gagu
Enggan memberitahu
Bahwa jarak menjeruji antar temu
Kita telah menjadi asing
Terjebak dalam labirin
Hingga tak ada lagi bising
Hanya ada sesenggukan menekan batin
Kini kudapati bilangan satu
Ganjil masih melingkar padu
Diantara banyaknya tuju
Kutemukan tempat berteduh sehabis menantang sepi; yaitu matamu
Dengan sajak aku bercerita
Diantara bentang masa kusematkan sebuah rasa
Pada barisan waktu yang kian menua
Kaulah rahasia hati yang kuabadikan dalam puisi