Radio Rodja 756 AM

Kedudukan Ihsan


Listen Later


Kedudukan Ihsan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 12 Jumadal Akhir 1445 H / 25 Desember 2023 M.







Kajian Islam Ilmiah Tentang Kedudukan Ihsan



Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahas hadits Umar Bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu yang menceritakan datangnya Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam bentuk manusia sempurna dan bertanya. Padahal, ketika itu Malaikat Jibril sebenarnya ingin mengajarkan para sahabat tentang perkara agama. Di antara pertanyaan-pertanyaan Malaikat Jibril, ia mengatakan: “Beritahukan kepadaku apa itu Ihsan?” Jawab Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:



 أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. 



“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, dan jika tidak mampu, maka ketahuilah bahwa Allah melihatmu.”



Tingkatan Ihsan adalah tingkatan yang paling tinggi dalam agama ini. Orang-orang yang mencapai tingkatan ini adalah mereka yang telah menyempurnakan tingkatan-tingkatan agama, orang-orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan, didekatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mencapai derajat yang sangat tinggi. Inilah inti dari keimanan. Ihsan adalah ruh dan kesempurnaan iman.



Yang dimaksud dengan Ihsan artinya seseorang benar-benar memperbaiki dan menyempurnakan, yaitu melakukan ibadah dengan cara yang paling sempurna dan terbaik, lahir maupun batin, tersembunyi maupun terang-terangan.



Maka orang-orang Muhsin dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah mereka yang menyempurnakan dan memantapkan ibadah mereka. Mereka melaksanakannya secara sempurna dari semua sisi, baik lahir maupun batin, tersembunyi maupun terang-terangan. Hal ini dikarenakan baiknya hati-hati mereka dan besarnya perasaan mereka yang merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika beribadah dan melakukan suatu amalan. Mereka beribadah seakan-akan mereka melihat Allah. Orang yang mencapai derajat tertinggi dalam murqabah, yaitu orang-orang yang hati-hati mereka selalu hadir dan jauh dari kelalaian.



Telah disebutkan kata Ihsan dalam Al-Qur’an Karim di banyak ayat. Dalam Al-Qur’an, terkadang kata Ihsan ini dibarengi dengan kata Iman. Terkadang dengan kata takwa. Terkadang disebutkan secara bersamaan iman, takwa, dan Ihsan. Terkadang dikaitkan dengan jihad. Terkadang dibarengkan dengan berinfak di jalan Allah. Terkadang dibarengkan dengan Islam, terkadang dibarengkan dengan amal shalih.



Secara umum, di antara ayat-ayat tersebut, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:



لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوا وَّآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوا وَّآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوا وَّأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ



“Tidak ada dosa bagi orang-orang beriman dan beramal shalih dari apa yang mereka makan dahulu (yang dahulu dibolehkan, tapi kemudian diharamkan, seperti khamr), jika mereka bertakwa, beriman, beramal shalih,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings