Radio Rodja 756 AM

Kedudukan Iman kepada Takdir


Listen Later


Kedudukan Iman kepada Takdir adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 15 Rabi’ul Akhir 1445 H / 30 Oktober 2023 M.







Kajian Islam Ilmiah Tentang Kedudukan Iman kepada Takdir



Imam Ahmad dan At-Tirmidzi Rahimahumullah meriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:



لا يؤمنُ عبدٌ حتى يؤمنَ بالقدَرِ خيرِه و شرِّه ، حتى يعلمَ أنَّ ما أصابه لم يَكن لِيخطِئَه ، و أنَّ ما اخطأه لم يكن لِيُصيبَه



“Tidak beriman seorang hamba sampai dia beriman kepada takdir baik dan takdir buruk, sampai ia meyakini bahwa apa yang menimpanya tidak mungkin meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak mungkin ia dapatkan.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)



Juga dari Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan:



إن أحدكم لن يخلص الإيمان إلى قلبه حتى يستيقن يقيناً غير شك أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وما أخطأه لم يكن ليصيبه ويقر بالقدر كله



“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian tidak akan sampai keimanan ke dalam hatinya, sampai dia benar-benar yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan mungkin meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak mungkin menimpanya, dan menetapkan semua takdir Allah ‘Azza wa Jalla.” (Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi Rahimahullah)



Iman kepada takdir adalah pokok dari pokok-pokok keimanan, dan termasuk rukun dari rukun-rukun iman yang penting. Yaitu seorang wajib beriman kepada takdir baik dan buruk. Dan tempat keyakinan ini ada di dalam hati, dan termasuk sebab tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kita yaitu agar kita beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk.



Rukun iman ini terkumpul dalam hadits Jibril yang sangat terkenal. Ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang iman, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikatNya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, dan juga beriman kepada takdir baik dan takdir buruk.”



Dan diterangkan tentang iman kepada takdir di banyak ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla:



 وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا



“Dan ketetapan Allah adalah suatu keputusan yang telah ditetapkan.” (QS. Al-Ahzab[33]: 38)



Juga Firman Allah ‘Azza wa Jalla:



 إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ



“Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar[54]: 49)



Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:



سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ‎﴿١﴾‏ الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ‎﴿٢﴾‏ وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ‎﴿٣﴾



“Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings