Keistimewaan Ayat Kursi adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 13 Rabiul Awal 1443 H / 19 Oktober 2021 M.
Kajian sebelumnya: Keistimewaan Surah Al-Falaq An-Nas Al-Mulk dan Al-Baqarah
Keistimewaan Surah Al-Falaq An-Nas Al-Mulk dan Al-Baqarah
Ayat Kursi ini adalah ayat yang ke-255 dari surat Al-Baqarah. Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:
Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau berkata: “Pernah aku diwakilkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menjaga zakat Ramadhan. Maka suatu ketika datang kepadaku seseorang dan mengambil zakat tersebut. Maka aku memegangnya lalu berkata: ‘Sungguh aku benar-benar akan melaporkan perbuatanmu ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.’
Kata orang tersebut: ‘Sesungguhnya aku adalah orang yang betul-betul butuh dan aku mempunyai tanggungan dari keluargaku dan aku sungguh betul-betul mempunyai kebutuhan dengan makanan ini.’ Maka kata Abu Hurairah: ‘Aku lepaskan dan aku biarkan dia pergi.’
Ketika dipagi hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepadaku: ‘Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh orang yang kau tahan itu semalam?’ Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, orang itu mengeluh kepadaku tentang kebutuhannya, aku kasihan kepadanya, maka aku lepas dia untuk pergi.’
Mendengar jawaban Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
أما إنه قد كذبك وسيعود
‘Ketahuilah bahwa dia berdusta padamu dan dia akan kembali.’
Maka aku pun mengetahui bahwasanya orang itu akan datang lagi. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengatakan begitu. Maka aku pun menunggunya.
Ternyata orang itu betul-betul datang kemudian dia mengambil zakat lagi dengan kedua tangannya. Maka aku katakan kepadanya: ‘Sungguh aku benar-benar akan menyampaikan tentang perbuatanmu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.’
Kata orang tersebut: ‘Lepaskan aku, sesungguhnya aku betul-betul butuh dan aku mempunyai tanggungan, aku tidak akan kembali lagi.’ Maka aku pun merasa kasihan kepada orang itu, lalu aku lepas dia untuk pergi.
Ketika dipagi hari maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepadaku: ‘Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh orang yang engkau tahan semalam itu?’
Aku menjawab: ‘Ya Rasulullah, dia mengadu kepadaku tentang kebutuhan dan tanggungan beban keluarganya. Aku pun kasihan pada orang itu. Maka aku lepas dia untuk pergi.’
Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إنه قد كذبك وسيعود
‘Sesungguhnya dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali.’
Maka aku menunggu orang ini yang ketiga kalinya. Kemudian betul datang lagi orang itu di malam hari. Dia mengambil dari makanan zakat itu dengan kedua telapak tangannya. Maka aku menahan dia dan mengatakan: ‘Sungguh aku benar-benar akan mengangkat permasalahanmu ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama. Ini sudah yang ketiga kali dan ini yang terakhir. Engkau selalu mengatakan bahwasanya tidak akan kembali, ternyata kemudian engkau kembali.’
Maka kata orang itu: ‘Biarkan aku, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu satu kalimat ...