Radio Rodja 756 AM

Kelebihan-kelebihan dan Keistimewaannya Dakwah Para Rasul


Listen Later


Kelebihan-kelebihan dan Keistimewaannya Dakwah Para Rasul adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 24 Rabi’ul Awal 1445 H / 9 Oktober 2023 M.







Kajian Tentang Kelebihan-kelebihan dan Keistimewaannya Dakwah Para Rasul



Dengan membahas keutamaan dari dakwahnya para rasul, maka kita bisa mencontoh dakwahnya para rasul. Kemudian, juga ini sebagai tolak ukur atau barometer sebuah dakwah. Apakah dakwah itu lurus atau bengkok? Apakah dakwah itu berada diatas petunjuk atau menyimpang? Kita melihat dari dakwahnya para rasul ini.



Ada 9 kelebihan dan keistimewaan dakwah para pasul



1. Dakwah Rabbaniyah



Dakwah rabbaniyah maksudnya adalah mereka mendakwahkan apa yang Allah wahyukan kepada mereka, bukan pemikiran manusia, bukan juga perkara dari diri mereka sendiri. Dan ini masuk dalam ideologi/aqidah/keyakinan. Adapun keyakinan siapapun selain dakwahnya para nabi dan rasul itu terpengaruh dengan lingkungan dan latar belakang. Apalagi filsafat yang dielu-elukan oleh sebagian manusia, itu pasti terpengaruh dari lingkungan tinggal sekitarnya, lahirnya di daerah mana, tumbuh, dan bergaulnya, dan seterusnya. Adapun wahyu tidak terpengaruh dengan itu semua, karena dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Makanya kalau kita melihat dakwahnya para nabi dan rasul, ini dakwah yang betul-betul murni didasari dengan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا



“Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Hai Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami menganugerahkan kepada Dawud Kitab Zabur.” (QS. An-Nisa'[4]: 163)



Di sini Allah menghabarkan pada kita bahwa para nabi itu mendapatkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan hasil dari pemikiran dan eksperimen manusia.



Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:



وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ



“Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Aku, maka hendaknya kalian beribadah kepadaku.'” (QS. Al-Anbiya[21]: 25)



2. Tidak Meminta Upah



Menit ke- Mereka tidak minta balasan dunia kepada orang yang didakwahi. Para rasul semuanya adalah orang-orang yang paling zuhud, mereka tidak meminta upah dari manusia dari dakwah mereka. Mereka minta pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.



Dalilnya banyak, setiap nabi berkata kepada kaumnya, seperti yang Allah firmankan:



يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ <...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings