Kelompok-Kelompok Ahlul Bid’ah Yang Harus Dijauhi merupakan kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dalam pembahasan kitab Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah. Kajian ini disampaikan pada Sabtu, 27 Syawal 1443 H / 28 Mei 2022 M.
Kajian Islam Tentang Kelompok-Kelompok Ahlul Bid’ah Yang Harus Dijauhi
Ketika kita berusaha untuk menjelaskan penyimpangan-penyimpangan dari permasalahan-permasalahan bid’ah yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok-kelompok tertentu, tentu kita akan menghadapi risiko. Yang namanya amar ma’ruf nahi munkar selembut apapun kita bawakan tetap namanya orang dikritik dia akan tersinggung. Tetapi kalau kita berusaha ikhlas, kita berusaha untuk mengikuti manhaj salaf dalam menjelaskan hal ini dengan dalil dan kita bersabar menghadapi segala risikonya, maka pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala justru datang dari hal-hal yang seperti ini.
Kita dulunya waktu mengenal manhaj salaf bukankah dengan metode seperti ini? Kita dengarkan ustadz kita menjelaskan tentang metode Ahlus Sunnah wal Jama’ah kemudian membantah penyimpangan-penyimpangan. Alhamdulillah sekarang kita kenal aqidah yang benar, bisa mengetahui tauhid yang benar dan mengetahui penyimpangan syirik yang harus kita berusaha menjauhinya. Demikian pula permasalahan sunnah dan bid’ah dan masalah-masalah lainnya.
Kita masih sampai di pembahasan tentang nukilan-nukilan dari pernyataan para imam Ahlus Sunnah di akhir zaman tentang kaidah-kaidah muwazanah, yaitu ketika mengkritik ahlul bid’ah (menurut pendapat yang menyimpang) kita harus menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka jangan hanya menyebutkan keburukan-keburukannya. Padahal kita bukan sedang membahas biografi seseorang yang harus dicantumkan semua mulai dari lahirnya sampai matinya. Tapi ini pembahasannya adalah penyimpangan besar yang terjadi di masyarakat sehingga kita harus peringatkan kaum muslimin untuk menjauhinya. Maka dalam hal ini tidak diharuskan menyebutkan kebaikan.
Syaikh Fauzan Al-Fauzan Hafidzahullahu Ta’ala ditanya tentang bagaimana menyikapi jamaah-jamaah Islam yang ada saat ini. Kemudian beliau dilontarkan kepadanya pertanyaan “Wahai Syaikh, ketika kita memperingatkan satu kelompok tertentu yang jelas penyimpangannya besar, apakah kita peringatkan tanpa menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka, atau kita harus menyebutkan kebaikan-kebaikannya sekaligus keburukan-keburukannya?”
Karena ada pemahaman yang mengharuskan hal ini. Sehingga mereka mengkritik metode Ahlus Sunnah wal Jama’ah ketika membantah penyimpangan yang hanya menyebutkan keburukan-keburukan tersebut. Mereka mensyaratkan bahwa harus menyebutkan juga kebaikannya. Apakah ini manhaj yang benar?
Maka Syaikh Shalih Fauzan Hafidzahullah berkata bahwa kalau kamu menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka itu maknanya kamu mempromosikan mereka. Tidak boleh, kamu tidak perlu menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka. Sebutkan kesalahan yang mereka lakukan saja. Karena bukan merupakan tugasmu untuk meluruskan semua keadaannya. Yang merupakan tugasmu adalah menjelaskan kesalahan yang mereka lakukan supaya mereka bertaubat darinya. Dan supaya kaum muslimin yang lain bisa berhati-hati dan menjauhi kesalahan tersebut. Adapun kalau kamu sebutkan kebaikan-kebaikan mereka, mereka malah mengatakan “inilah yang kami inginkan” yakni karena dengan sebab ini mereka justru dipromosikan dan orang-orang justru akan tertarik dengan kebaikan-kebaikan tersebut. Sehingga tujuannya memberikan peringatan tidak tercapai dengan cara seperti ini.
Ini juga pernyataan yang semakin menguatkan metode para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah ketika memperingatkan tentang kesalahan. Mereka benar-benar membahas kesalahan tersebut karena tu...