Radio Rodja 756 AM

Keterikatan Antara Ilmu dan Dakwah


Listen Later

Keterikatan Antara Ilmu dan Dakwah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 21 Sya’ban 1443 H / 24 Maret 2022 M.
Kajian sebelumnya: Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan

Ceramah Agama Islam Tentang Keterikatan Antara Ilmu dan Dakwah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan siapakah yang lebih baik ucapannya dibandingkan orang yang mengajak manusia ke jalan Allah dan dia mengamalkan amalan shalih serta dia mengatakan: ‘Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.'” (QS. Fussilat[41]: 33)
Ini pujian bagi orang yang menegakkan dakwah ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan benar. Bahwa dia adalah orang yang ucapannya paling baik bahkan tidak ada yang melebihi baiknya ucapannya. Makanya tugas ini senantiasa dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang paling utama. Tentu di antaranya adalah para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam.
Hasan Al-Bashri Rahimahullahu Ta’ala, imam besar Ahlus Sunnah dari kalangan Tabiin ketika menafsirkan ayat ini berkata: “Dia adalah seorang beriman yang menjawab panggilan Allah untuk mengikuti petunjukNya. Setelah itu dia mengajak manusia kepada petunjuk Allah yang diikutinya. Dia juga mengamalkan amalan shalih dalam memenuhi panggilan Allah tersebut. Maka orang ini adalah wali Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Beliau menafsirkan yang namanya wali Allah adalah orang yang mengajak manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bekal ilmu sehingga dia mengetahui bagaimana mengajak manusia sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya.
Maka kedudukan dakwah (mengajak manusia ke jalan Allah) adalah seutama-utama kedudukan seorang hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا
“Dan bahwasanya ketika hamba Allah (yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) berdiri untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hampir-hampir para jin itu berdesak-desakan untuk mengerumuninya.” (QS. Al-Jin[72]: 19)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Ajaklah manusia ke jalan Rabbmu dengan cara hikmah dan dengan nasihat yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang paling baik…” (QS. An-Nahl[16]: 125)
Jadi mengajak manusia ke jalan Allah adalah kedudukan yang paling tinggi dan paling agung. Makanya tadi sudah kita sebutkan bahwa yang menegakkan dan Allah berikan tugas untuk melaksanakan hal ini tentu adalah makhluk-makhlukNya yang paling utama, yaitu para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimuss Shalatu was Salam, kemudian hamba-hamba yang dipilihNya seperti para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhum, selanjutnya para ulama dari kalangan Tabiin dan seterusnya. Mereka senantiasa menegakkan  tugas ini ia untuk menempati kedudukan hamba yang paling tinggi.
Makanya Imam Abdullah bin Mubarak Al-Marwazi mengatakan:
لا أعلم بعد النبوة درجة أفضل من بث العلم
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings