Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 23 Safar 1444 H / 20 September 2022 M.
Kajian sebelumnya: Jihad Fi Sabilillah Lebih Utama dari Shalat Sunnah
Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah
Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala berkata:
وَعَنْ أبي هُرَيْرَةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قَالَ : قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يلجُ النًَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ حتَّى يعُودَ اللَّبَن في الضَّرعِ ، وَلاَ يَجْتَمِعُ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ في سبيل اللَّهِ ودخَان جهَنَّم » ، رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah, sehingga susu bisa masuk ke dalam kantungnya. Dan tidak akan bertemu pada seorang hamba debu yang berterbangan di jalan Allah dan asap api neraka.'” (HR. Imam Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hadits hasan shahih)
Hadits berikutnya:
وعن ابن عبَّاسٍ ، رضي اللَّه عَنْهُمَا ، قَالَ : سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ: «عيْنَانِ لا تَمسُّهُمَا النَّارُ : عيْنٌ بكَت مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ ، وعيْنٌ باتَت تحْرُسُ في سبِيلِ اللَّهِ». رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang tidak tidur di malam hari karena berjaga di jalan Allah.'” (HR. Imam At-Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits hasan)
Dua hadits ini menjelaskan kepada kita tentang mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka. Yaitu mata yang menangis mengucurkan air mata karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi menangis karena takut pada Allah Ta’ala adalah suatu amal yang mulia. Namun tangisan di sini bukan tangisan yang dibuat-buat, bukan tangisan yang didramatisirkan, tetapi tangisan yang betul-betul dari lubuk hati seorang hamba yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dia menangis dalam keadaan sendiri karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena orang yang takut kepada Allah Ta’ala akan menjaga dirinya, menjaga lisannya, menjaga pendengarannya, menjaga penglihatannya, dan menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Kalaupun dia terjerumus ke dalam dosa, maka dia kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia menyesali dan menangisi perbuatannya. Maka orang yang demikian keadaannya akan diselamatkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dari adzab api neraka.
Hadits berikutnya:
وعن زَيدِ بنِ خَالدٍ ، رضِي اللَّه عَنْه ، أنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « من جهَّزَ غَازِياً في سبيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، ومنْ خَلَفَ غَازياً في أَهْلِهِ بخَيْر فَقَدْ غزَا » . متفقٌ عليهِ .
Dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyiapkan untuk seorang yang ikut berperang di jalan Allah, maka dia sama dengan orang yang telah berjihad di jalan Allah.