Keutamaan dan Waktu Shalat Dhuha adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 27 Rajab 1443H / 1 Maret 2022 M.
Kajian sebelumnya: Penjelasan dan Anjuran Mengerjakan Shalat Witir
Keutamaan Shalat Dhuha
Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau menyebutkan: “Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
يُصبِحُ عَلى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحدِكُمْ صدقَةٌ: فَكُلُّ تَسبِيحة صدَقةٌ، وَكُلُّ تَحمِيدةٍ صَدَقَة، وكُل تَهليلَةٍ صدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكبيرَةٍ صدَقةٌ، وأَمر بالمعْروفِ صدقَةٌ، ونهيٌ عنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ، ويُجْزِئ مِن ذلكَ ركْعتَانِ يركَعُهُما مِنَ الضُّحَى
“Setiap hari kita mempunyai kewajiban untuk memberikan sedekah (dalam rangka bersyukur atas kesempurnaan fisik yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala). Setiap seorang mengucapkan ‘Subhanallah’ adalah sedekah, setiap seorang mengucapkan ‘Alhamdulillah’ merupakan satu sedekah, seorang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah juga satu sedekah, dan setiap kali seorang mengucapkan ‘Allahu Akbar’ sama dengan satu sedekah. Demikian pula memerintahkan kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar juga sedekah. Dan seluruh sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat dhuha. Dan sebagian ulama berdasarkan hadits ini mengambil kesimpulan bahwa shalat dhuha dianjurkan dilakukan setiap hari (meskipun hanya dua rakaat).
Hadits yang berikutnya, dari ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau berkata:
كانَ رسولُ اللَّهِ ﷺ يصلِّي الضُّحَى أَرْبعًا، ويزَيدُ مَا شاءَ اللَّه.
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau mengerjakan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang beliau menambah sesuai dengan kehendak beliau.” (HR. Muslim)
Di dalam hadits ini ‘Aisyah Ummul Mukminin Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha menginformasikan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sunnah dhuha 4 rakaat.
Hadits selanjutnya, dari Ummu Hani’ Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau mengatakan:
ذهَبْتُ إِلى رَسولِ اللَّهِ ﷺ عامٍ الفَتْحِ فَوجدْتُه يغْتَسِلُ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ، صَلَّى ثَمانيَ رَكعاتٍ، وَذلكَ ضُحى.
“Aku pernah datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada tahun penaklukan kota Mekah (tahun ke-8 H), maka aku jumpai beliau sedang mandi. Setelah selesai mandi, beliau mengerjakan shalat delapan rakaat, dan itu adalah shalat dhuha.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang jumlah rakaat shalat dhuha adalah minimal dua rakaat, boleh 4 rakaat, dan boleh sampai 8 rakaat sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dengan demikian kita mengetahui apa yang dibawa oleh Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala dalam bab ini, beliau cenderung kepada pendapat shalat dhuha sebanyak 8 rakaat. Karena ada ulama yang mengatakan boleh lebih dari itu, sampai 12 rakaat.
Intinya memang bahwa shalat dhuha salah satu di antara shalat-shalat yang memiliki keutamaan. Seorang dijaga dan dicukupi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa seorang yang shalat berjamaah subuh di masjid, kemudian dia duduk berdzikir sampai matahari setinggi satu tom...