Radio Rodja 756 AM

Khutbah Idul Fitri: Kegembiraan Yang Hakiki


Listen Later

Khutbah Idul Fitri: Kegembiraan Yang Hakiki ini merupakan rekaman khutbah idul fitri yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Kamis, 1 Syawal 1442 H / 13 Mei 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Kegembiraan Yang Hakiki
Sesungguhnya hari Idul fitri adalah merupakan hari dimana kaum muslimin berbahagia padanya. Inilah hari raya Islam yang Allah syariatkan kepada kita dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaitkan hari raya Islam dengan ibadah yang agung.
Ini dia Idul fitri dikaitkan dengan ibadah yang agung, yaitu bulan Ramadhan. Dan Idul adha dikaitkan dengan ibadah yang agung, yaitu sembelihan dan haji. Memberikan kepada kita sinyal bahwasanya gembira yang hakiki adalah kegembiraan karena ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu lebih baik daripada gembira dengan kehidupan dunia.
Demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakan dengan karunia Allah dan rahmatNya-lah hendaklah mereka bergembira, itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan dari kehidupan dunia.” (QS. Yunus[10]: 58)
Ini kita berada di Idul fitri, kita telah menyempurnakan bulan Ramadhan, Allah berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hendaklah kalian menyempurnakan jumlah bilangan Ramadhan dan hendaklah kalian bertakbir (mengucapkan Allahu akbar) terhadap apa yang telah Allah berikan hidayah kepada kalian dan agar kalian bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)
Kita bertakbir karena hidayah yang Allah berikan berupa puasa Ramadhan, kita bertakbir karena hidayah yang Allah berikan berupa ibadah yang agung setelahnya berupa zakat fitr. Dan kita di hari ini bersyukur kepada Allah atas karunia dan kemudahan yang Allah berikan kepada kita untuk menaati Allah di bulan Ramadhan.
Subhanallah saudaraku sekalian, bulan Ramadhan yang penuh dengan tempaan, pelajaran-pelajaran yang bisa kita petik di bulan Ramadhan sungguh sangat banyak sekali. Karena ia adalah merupakan Syahrul Mubarok, sebuah bulan yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bagaimana Allah menempa kita sebulan lamanya tiada lain adalah untuk supaya kita terbiasa diatas ketaatan, saudaraku. Setiap hari kita berpuasa, setiap malam kita shalat malam, shalat tarawih, kita pun berusaha setiap hari membaca Al-Qur’anul Karim, demikian pula kita berusaha untuk bersedekah dan amalan-amalan ibadah yang lainnya yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Tidakkah cukup sebulan itu untuk menjadi kita terbiasa di atas ketaatan?
Allah ingin agar kita membiasakan diri diatas ketaatan demi ketaatan. Karena Allah ingin agar kita wafat husnul khoimah. Allah tidak ingin kita wafat diatas kemaksiatan. Karena jiwa manusia selalu menyuruh kepada keburukan. Allah berfirman:
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
“Sesungguhnya hawa nafsu seringnya menyuruh kepada keburukan.” (QS. Yusuf[12]: 53)
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan puasa Ramadhan memang berat untuk kita, berat bagi sebagian orang yang tidak biasa dengan puasa. Akan tetapi Allah syariatkan itu untuk kebaikan kita semuanya juga,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings