Khutbah Jumat: Apa Yang Dimaksud Salaf dan Salafi? ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 19 Sya’ban 1442 H / 2 April 2021 M.
Khutbah Pertama – Khutbah Jumat: Apa Yang Dimaksud Salaf dan Salafi?
Ummatal Islam,
Belakangan ini banyak orang-orang yang mencela tentang istilah “Salafi”, maka pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan Salafi dan Salaf itu?
Al-Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa Salaf adalah generasi yang utama, yaitu para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Imam Al-Baijuri dalam kitab Jauhar At-Tauhid juga menyebutkan bahwa hakikat Salaf yaitu mereka tiga generasi yang diutamakan, generasi yang disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari)
Ini merupakan istilah yang telah dikenal di zaman dahulu. Bahwasanya makna “Salaf” yaitu adalah generasi yang utama, generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Ini dia Imam Al-Auza’i yang hidup di zaman tabi’ut tabi’in, beliau mengatakan:
عَلَيْكَ بِآثَارِ مَنْ سَلَفَ، وَإِنْ رَفَضَكَ النَّاسُ، وَإِيَّاكَ وَآرَاءِ الرِّجَالِ، وَإِنْ زَخْرَفُوا لَكَ بِالْقَوْلِ
“Hendaklah kalian mengikuti Salaf, walaupun orang-orang mencemoohkan kamu. Jauhi oleh kalian sebatas pendapat-pendapat manusia, walaupun mereka menghiasinya dengan ucapan yang mentereng.”
Ini dia Al-Imam Adz-Dzahabi yang hidup pada abad ke 8/9 Hijriyah, ketika menyebutkan tentang Al-Imam Ad-Daruquthni Rahimahullah, beliau berkata:
لم يدخل الرجل في علم الكلام، بل كان سلفيا
“Al-Imam Ad-Daruquthni tidak pernah masuk di dalam dunia ilmu kalam, akan tetapi dia seorang Salafi.”
Ucapan tentang ini dari para ulama banyak sekali, saudaraku. Bahwa Salaf itu adalah generasi yang utama, yaitu generasi sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, mereka adalah generasi yang dipuji oleh Allah. Di dalam Al-Qur’anul Karim Allah memuji dalam ayat-ayat ayat banyak generasi sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Allah berfirman di dalam surat At-Taubah:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ…
“Dan orang-orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada Allah.” (QS. At-Taubah[9]: 100)
Allah sudah menyatakan keridhaanNya kepada generasi Muhajirin dan Anshar, generasi sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila Allah telah ridha kepada mereka dan Allah pun juga ridha kepada orang-orang yang mengikuti mereka, itu menunjukkan bahwa kita harus mengikuti jalannya mereka, karena itulah jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah juga berfirman:
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوا
“Apabila mereka beriman dengan seperti apa yang kalian imani, sungguh mereka telah mendapatkan hidayah.” (QS. Al-Baqarah[2]: 137)
Makna “kalian” yang dimaksud dalam ayat ketika turun yaitu adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kata Ibnul Qayyim.
وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ
“Akan tetapi apabila mereka berpaling, maka sesungguhnya mereka dalam perselisihan.” (QS.