Khutbah Jumat: Gembira dengan Al-Qur’an dan Hadits ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 26 Jumadil Akhir 1444 H / 20 Januari 2023 M.
Khutbah Pertama: Gembira dengan Al-Qur’an dan Hadits
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan kepada RasulNya segala macam kebaikan. Tidak ada satupun kebaikan kecuali telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan tidak ada satupun keburukan yang menjerumuskan ke dalam api neraka kecuali telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mungkin menyembunyikan satupun wahyu dari Allah. Sebab kalaulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyembunyikannya, tentu beliau disifati dengan khianat, bukan lagi dengan amanah.
Maka kewajiban kita adalah untuk senantiasa mencukupkan diri dengan Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian kita berusaha untuk memahaminya sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih. Karena mereka adalah sebaik-baik orang yang memahami Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Ketika seseorang tidak merasa cukup dengan Al-Qur’an dan hadits sehingga ia membutuhkan ucapan-ucapan manusia dan pendapat-pendapatnya, ia pasti akan tersesat jalan. Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mencukupkan, beliau bersabda:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, selama kalian berpegang kepada dua perkara ini kalian tidak akan tersesat selama-lamanya; Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Malik, Al-Hakim dan yang lainnya)
Saudaraku, cukupkan diri kita dengan terus mempelajari Al-Qur’an, terus kita mengkaji sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Allah telah memudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari. Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Sungguh Kami telah mudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari/diingat, maka adakah orang yang mau mengingatnya?” (QS. Al-Qamar[54]: 22)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam orang-orang yang tidak mau mentadabburi Al-Qur’an, bahwa hatinya tertutup mati. Allah berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah ada gembok-gemboknya?” (QS. Muhammad[47]: 24)
Saudaraku, Al-Qur’an jangan sampai menyeret kita ke dalam api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Al-Qur’an akan menjadi hujjah yang akan membela kamu atau Al-Qur’an akan menjadi hujjah yang akan menyeret kamu ke dalam api neraka.” (HR. Muslim)
Subhanallah.. Sesungguhnya Al-Qur’anul Karim Allah turunkan untuk menjadi hidayah untuk kita. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai manusia, telah datang kepada kalian peringatan dari Rabb kalian dan penyembuh bagi apa yang ada di dalam hati kalian dan sebagai rahmat serta hidayah untuk orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus[10]: 57)
Di sini Allah mensifati Al-Qur’an dengan beberapa sifat yang luar biasa.
Yang pertama, sebagai peringatan bagi orang-orang yang mau takut kepada Allah, peringatan bagi orang-orang yang menginginkan kehidupan akhirat,