Khutbah Jumat: Ilmu Yang Paling Mulia ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 4 Sya’ban 1444 H / 24 Februari 2023 M.
Khutbah Pertama: Ilmu Yang Paling Mulia
Sesungguhnya hakikat keberhasilan dan kesuksesan adalah diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:
…فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh ia telah sukses. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)
Allah mengingatkan bahwa kesuksesan itu bukan di dunia. Dunia hanyalah kehidupan yang sementara. Dunia adalah kesenangan yang menipu. Setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Oleh karena itu Allah berfirman sebelumnya:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ…
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)
Siapapun dia, tidak ada di dunia ini manusia yang selamanya hidup. Kekal di dunia tidak mungkin, saudaraku. Allah berfirman kepada RasulNya:
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) akan meninggal dan mereka pun semua akan menjadi mayat.” (QS. Az-Zumar[39]: 30)
Semua kita akan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla, semua kita akan dikumpulkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Maka saudaraku, karena kehidupan dunia adalah sesuatu yang sementara, maka hendaknya seorang hamba melihat bahwasanya kesuksesan yang paling sukses adalah ketika ia dimasukkan ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla dan diselamatkan dari api neraka.
Dan tidak mungkin saudaraku, tidak mungkin kita bisa mendapatkan surga Allah kecuali dengan ilmu dan amal. Kita berilmu tentang jalan menuju surga yang bisa kita titi dan senantiasa kita pegang. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الجَنَّةِ
“Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)
Siapapun kita yang ingin dimudahkan jalannya menuju surga, hendaklah ia menuntut ilmu Allah.
Ilmu apa yang dimaksud? Tentu ilmu agama. Karena dalam ilmu dunia tidak ada tentang jalan menuju surga Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada dalam ilmu matematika ataupun fisika ataupun biologi ataupun lainnya yang menjelaskan tentang apa yang Allah ridha dan apa yang Allah benci, tentang jalan menuju surga dan ke neraka, tentang halal dan haram, adanya hanya dalam ilmu agama.
Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan jadikan ia faqih dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Agama Allah, itulah ilmu yang paling mulia, ilmu yang sangat kita butuhkan untuk kehidupan di dunia dan akhirat kita.
Demi Allah, saudaraku.. Tak mungkin manusia bahagia tanpa agama yang Allah turunkan kepada kita. Tak mungkin beres urusan manusia tanpa agama yang Allah turunkan kepada kita. Sebatas kecerdasan/kepandaian dan ilmu dunia, itu sama sekali tidak akan menimbulkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Berapa banyak orang-orang yang diberikan oleh Allah kecerdasan dalam kehidupan dunia, pengetahuan tentang ilmu dunia, tapi mereka berbuat kerusakan di muka bumi.
Namun ketika seorang hamba dekat dengan Rabbnya,