Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah


Listen Later


Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 13 Rabi’ul Akhir 1445 H / 27 Oktober 2023 M.







Khutbah Jumat Pertama: Indahnya Syariat Allah



Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menciptakan manusia hidup di dunia ini sia-sia. Allah berfirman:



أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى



“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja?” (QS. Al-Qiyamah[75]: 36)



Imam Syafi’i berkata: “Artinya tidak diberikan perintah dan tidak diberikan larangan?” Itu tidak mungkin. Allah juga berfirman:



أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ‎﴿١١٥﴾‏ فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ…



“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian ini sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha Tinggi Allah, Raja yang Haq.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 115-116)



Semua ini Allah ingatkan kepada kita sebagai manusia, bahwa kita adalah hamba yang diciptakan oleh Allah. Kewajiban kita adalah untuk senantiasa mengingat Allah dan beribadah kepadaNya. Kita adalah hamba, kita hidup di dunia tidak seperti binatang ternak yang hanya makan, minum, dan kawin, karena tidak ada untuk mereka surga dan neraka. Sedangkan untuk manusia, Allah telah menyediakan surga dan neraka. Siapa yang menaati Allah, Allah akan memasukkannya ke dalam surgaNya, dan siapa yang memaksiatiNya, maka Allah akan menyiksanya dengan nerakaNya.



Ketika seorang hamba menyadari tujuan hidupnya di dunia, dia akan berusaha untuk meniti jalan yang diridhai oleh Allah, Penciptanya. Dia akan paham kemana dia harus melangkahkan kakinya, dan hidupnya akan terbimbing, karena ia yakin akan adanya Hari Pembalasan, dimana manusia akan diberikan oleh Allah balasan.



فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ‎﴿٧﴾‏ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ‎﴿٨﴾‏



“Barangsiapa yang melakukan perbuaatan kebaikan walaupun sebesar biji sawi, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang melakukan keburukan walaupun sebesar biji sawi, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az-Zalzalah[99]: 7-8)



Seorang hamba yang yakin bahwa dirinya adalah hamba Allah akan berusaha menghambakan dirinya kepada Allah, bukan menghambakan dirinya kepada setan, hawa nafsunya, atau dunianya. Dia lebih ridha untuk menjadi hamba Allah, untuk senantiasa bertakarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan dia senantiasa gembira untuk diatur oleh Rabbnya, karena dia yakin bahwa penciptanya pastilah Maha Kasih Sayang. Kasih sayang Allah kepada hambaNya melebihi kasih sayang orang tua kepada anaknya.



Oleh karena itu, betapa bahagianya seorang hamba dan betapa indah hidupnya ketika dia mengenal Allah, penciptanya. Ketika dia berusaha untuk menaati Allah, walaupun perintah Allah tidak sesuai dengan keinginannya. Dan ketika dia berusaha untuk meninggalkan larangan Allah, walaupun larangan Allah sesuai dengan selera dan hawa nafsunya.



Saudaraku.. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia di dunia ini, dan Allah memberikan kepada manusia ujian demi ujian yang menimpa kehidupannya. Ujian itu akan menyaring keimanannya. Siapapun yang berkata: “Kami beriman,” Allah pasti akan mengujinya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings