Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Melewati Shirath


Listen Later

Khutbah Jumat: Melewati Shirath ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 16 Rabiul awal 1443 H / 22 Oktober 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Melewati Shirath
Dalam surah Maryam ayat 71, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا
“Dan tidaklah setiap orang dari kamu melainkan pasti memasukinya. Dan yang demikian itu adalah ketetapan yang pasti dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Maryam[19]: 71)
Ayat ini menjelaskan bahwa ada satu proses yang akan kita lewati nanti di hari kiamat, yaitu melewati shirathh. Yang mana proses ini akan dilewati oleh siapapun. Para Nabi dan Rasul akan melewatinya, dan tidak ada yang diucapkan oleh mereka saat itu selain ucapan:
اللهم سَلِّمْ سَلِّمْ
“Ya Allah selamatkanlah, Ya Allah selamatkanlah.”
Ini adalah satu proses yang akan kita lewati, yaitu jembatan yang terbentang diatas punggung neraka yang ujungnya adalah surga. Siapa saja yang berhasil melewatinya, maka ia akan masuk ke dalam surga, namun yang gagal akan jatuh ke dalam jurang neraka. Ini adalah satu hal yang sangat mengerikan dan tidak mudah.
Oleh karena itu para Nabi dan Rasul mendampingi umat-umat mereka dan berdoa untuk umatnya, termasuk Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dan menyeberangi shirath bukanlah perkara yang mudah. Disifati oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang shirathh itu, dia adalah jembatan yang menggelincirkan, tidak ada cahaya kecuali orang-orang yang membawa cahaya imannya, penuh dengan duri-duri seperti pohon sa’dan, dan juga banyak kait-kait yang menyambar-nyambar.
Dia adalah jembatan yang terbentang panjang, lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. Ada yang melewatinya secepat pandangan mata, ada yang secepat tiupan angin, ada yang seperti kuda berlari, ada yang berjalan, merangkak, ada yang mengesot, ada yang tidak mampu meletakkan kakinya di atas shirath, karena dia tidak punya cahaya dan tidak dapat melihat shirath yang sangat halus itu. Demikianlah manusia menyeberangi shirath ini menurut amal perbuatan mereka selama di dunia.
Amanah dan Silaturahim
Dan ada dua perkara yang mengintai manusia di shirath, yaitu amanah dan silaturahim. Ini dua perkara yang selalu dan senantiasa mengintai manusia yang melewati shirath itu. Apabila hamba itu adalah hamba yang menyia-nyiakan amanah dan suka memutus tali silaturahim, maka dia akan ditarik oleh amanah dan silaturahim itu ke dalam jurang neraka.
Menunaikan amanah
Oleh karena itu selama kita hidup di dunia, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembankan kepada kita amanah-amanah, maka tunaikanlah amanah itu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak menunaikan amanah.” (HR. Ahmad)
Banyak sekali amanah-amanah yang Allah bebankan diatas pundak kita; hidup ini adalah amanah, harta yang Allah berikan adalah amanah, jabatan/kekuasaan/kekayaan yang Allah berikan adalah amanah, keluarga yang Allah berikan kepada kita (anak istri) itu adalah amanah. Secara umum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.”
Yaitu amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan di pundaknya. Maka jadilah seorang yang amanah, baik kepada diri, harta, maupun amanah-amanah yang dipercayakan oleh manusia kepada kita. Apabila kita diserahi jabatan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings