Khutbah Jumat: Mengingat Kehidupan Akhirat ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 24 Safar 1443 H / 01 Oktober 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Mengingat Kehidupan Akhirat
Allah memuji para Nabi dan Rasul. Dimana mereka adalah hamba-hambaNya yang senantiasa menaatiNya. Dan Allah memberikan keistimewaan kepada mereka dalam sebuah ayatNya. Allah berfirman:
إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ
“Sesungguhnya Kami khususkan kepada mereka dengan sebuah keistimewaan, yaitu mengingat kehidupan akhirat.” (QS. Shad[38]: 46)
Allah menyebutkan bahwasanya keistimewaan orang-orang yang diberikan oleh Allah keutamaan dari para Nabi, para Rasul, demikian pula orang-orang yang beriman, bahwasanya Allah istimewakan mereka dengan sebuah keistimewaan, dan itu merupakan akhlak yang agung dan mulia, yaitu mengingat kehidupan akhirat.
Sebagian ulama menafsirkan bahwa artinya mereka senantiasa mengingat kehidupan akhirat dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat tersebut dengan amalan shalih. Sebagian ulama lagi berkata artinya mereka mengingatkan manusia kepada kehidupan akhirat. Dua pendapat ini tidak bertabrakan satu sama lainnya, saudaraku.
Ini meenunjukkan bahwasanya mengingat kehidupan akhirat dan mengingatkan manusia tentang akhirat adalah keistimewaan yang Allah istimewakan orang-orang yang menjadi pilihan Allah. Karena hidup kita di dunia tidak akan selamanya. Siapa di antara kita yang akan hidup 1.000 tahun di dunia? Tidak ada! Siapa di antara kita yang berani berkata “Saya akan hidup selamanya di dunia”? Tidak ada, semua kita akan meninggal dunia, semua kita akan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka mengingat kehidupan akhirat menimbulkan berbagai macam kebaikan dalam hidup kita. Ketika kita senantiasa mengingat kehidupan akhirat, akan muncul keinginan berbuat kebaikan, beramal shalih, ketaatan. Tapi ketika yang kita ingat dunia, seringkali kita lalai dari kehidupan akhirat. Lalu kita pun menjadi orang yang malas beribadah kepada Allah. Karena kita selalu memikirkan dunia, yang kita ingat hanya sebatas dunia, sehingga akhirnya hati kita dihinggapi banyak sekali penyakit-penyakit yang menyebabkan kita berpaling dari Allah dan kehidupan akhirat.
Mengingat kehidupan akhirat merupakan kemuliaan bagi seorang hamba. Ketika seorang hamba mengingat akhiratnya, ia sadar bahwa ia akan kembali kepada Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah dan dia akan ditanyai oleh Allah tentang perbuatan-perbuatannya di dunia.
Ia sadar bahwasanya setelah kematian akan ada hidup yang lainnya, kehidupan yang kekal selama-lamanya abadi. Kita akan masuk kedalam sebuah negeri yang damai dan sentosa, yaitu surga. Ataukah kita akan masuk ke sebuah negeri yang di sana kita hanya akan merasakan siksa dan kesakitan selama-lamanya. Nas’alullah as-salamah wal ‘afiyah.
Kita tidak ingin, saudaraku.. Apabila kita di dunia menderita ternyata di akhirat pun kita menderita. Sungguh saudaraku.. Allah menjadikan mengingat akhirat adalah keistimewaan yang luar biasa.
Lihatlah orang-orang yang mencari akhirat, mereka tetap diberikan oleh Allah dunia. Mereka yang senantiasa beramal shalih dan melakukan ketaatan tetap diberikan oleh Allah dunia dalam hidupnya. Tapi lihatlah orang-orang yang hanya memikirkan dunia, mereka pun tidak mendapatkan akhirat, bahkan pun tidak mendapatkan dunia.
Karena keinginannya hanya dunia, akhirnya Allah palingkan hatinya dari kehidupan akhirat.