Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih


Listen Later

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 9 Ramadhan 1444 H / 31 Maret 2023 M.

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih
Di antara nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah diberikan kekuatan untuk senantiasa beramal shalih, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Ini merupakan nikmat yang amat besar kepada seorang hamba, melebihi nikmat kehidupan dunia, melebihi nikmat makanan dan minuman.
Di bulan Ramadhan yang mulia ini, Alhamdulillah Allah berikan kepada kita kesehatan, diberikan kepada kita kekuatan untuk bisa menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita melaksanakan shalat tarawih, melaksanakan sahur, melaksanakan puasa Ramadhan dan amalan-amalan shalih yang lainnya. Demi Allah ini adalah pemberian Allah yang sangat luar biasa kepada kita. Maka kewajiban kita dengan amalan-amalan seperti ini yaitu menjaga amalan shalih.
Menjaga amalan shalih yang pertama yaitu jangan sampai amalan tersebut dibatalkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla akibat perbuatan-perbuatan kita.
1. Ujub
Di antara hal yang membuat amal kita dibatalkan oleh Allah yaitu kita merasa ujub dan bangga diri dengan amalan shalih, kita merasa seakan-akan lebih baik daripada orang lain karena kita banyak membaca Al-Qur’an, karena kita banyak shalat tahajud, karena banyak bersedekah dan berinfak, sehingga kemudian hati kita terkena penyakit sombong dan ujub. Sehingga dengan seperti itu Allah batalkan amalan kita.
Oleh karena itu Al-Imam Ibnul Qayyim mengatakan: Ujub dengan amal adalah ujub yang paling buruk, lebih buruk dibandingkan ujub dengan harta dan kedudukan.
Seorang mukmin ingat bahwasanya amalan shalihnya adalah bantuan dari Allah. Allah yang membantu dia, Allah yang memberikan kepada dia kekuatan. Ketika ia ingat bahwasanya Allah yang membantunya, maka ia tidak akan ujub, biidznillah.
Oleh karena itulah Allah mengatakan:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkau Ya Allah kami beribadah (maka ini menghilangkan kesyirikan) dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan dan bantuan (maka ini menghilangkan rasa ujub).” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)
2. Mengharapkan kehidupan dunia
Yang kedua yang membuat amal kita dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu kita tidak ikhlas di dalam amalan kita, mengharapkan kehidupan dunia. Kita beramal shalih mengharapkan harta, mengharapkan kedudukan dan yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam surat Hud ayat 15 dan 16, Allah berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ‎﴿١٥﴾‏ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ‎﴿١٦﴾‏
“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan berikan apa yang ia inginkan tersebut dari amalannya tanpa dikurangi sedikitpun. Mereka itu di akhirat tidak akan mendapat apapun kecuali api neraka, batal amalannya dan sia-sia usahanya.” (QS. Hud[11]: 15-16)
Jangan sampai saudaraku, ketika berpuasa Ramadhan niat kita adalah dunia, ketika shalat tarawih niat kita adalah meraih kehidupan dunia. Demi Allah saudaraku, amalan shalih terlalu mulia untuk diharapkan padanya dunia. Karena dunia sesuatu yang remeh di mata Allah ‘Azza wa Jalla, sedangkan amalan shalih suatu yang sangat mulia, makanya balasannya adalah surga.
Saudaraku, kita jaga amal shalih jangan sampai dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings