Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Musibah Yang Menimpa Agama


Listen Later

Khutbah Jumat Tentang Musibah Yang Menimpa Agama ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 27 Dzulhijjah 1442 H / 6 Agustus 2021.
Khutbah Pertama – Musibah Yang Menimpa Agama
Musibah yang paling dikhawatirkan oleh seorang mukmin adalah musibah yang menimpa agamanya. Karena musibah yang menimpa agama akan dapat menghancurkan keimanannya. Sehingga akhirnya apabila musibah yang menimpa agama itu ia bawa sampai kuburannya, akan mendatangkan azab kubur kepada dirinya, dan kesengsaraan di akhirat kelak menunggunya.
Sedangkan musibah dunia itu pasti menerpa setiap manusia. Bahkan setiap mukmin pasti akan ditimpa musibah-musibah dunia. Allah berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Sungguh benar-benar Kami akan uji kalian dengan sedikit rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 155)
Di sini Allah menegaskan bahwa Allah pasti akan menguji kita semuanya dengan berbagai macam ujian. Terlebih seorang mukmin, hidupnya tidak akan pernah lepas dari ujian dalam kehidupan dunia ini. Allah berfirman:
الم ‎﴿١﴾‏ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ‎﴿٢﴾‏
“Alif laam miim.. Apakah manusia mengira akan dibiarkan ia berkata ‘kami beriman,’ sementara dia tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut[29]: 2)
Tidak mungkin!
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ‎﴿٣﴾
“Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang imannya jujur dan siapa yang imannya dusta.” (QS. Al-Ankabut[29]: 3)
Maka dari itulah, yang patut kita khawatirkan adalah musibah yang menimpa agama kita. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berlindung dan minta kepada Allah agar tidak dijadikan musibah itu menimpa agamanya. Beliau berdoa:
وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Ya Allah, jangan Engkau jadikan musibah itu menimpa agama kami, jangan Engkau jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar dan pengetahuan kami yang paling tinggi.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta kepada Allah jangan sampai musibah menimpa agama kita. Seorang mukmin sangat khawatir kalau agamanya rusak. Dalam riwayat An-Nasa’i dan Muslim dalam shahihnya, ketika Rasulullah mengabarkan akan munculnya fitnah, si mukmin ketakutan, dia khawatir agamanya rusak oleh fitnah tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
تَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ
“Akan datang fitnah, si mukmin berkata: ‘ini yang akan membinasakan diriku (membinasakan keimanan dan agamaku),’ lalu kemudian fitnah pun pergi. Lalu datang lagi fitnah lain yang lebih besar, si mukmin berkata lagi: ‘ini yang akan membinasakan diriku,’…” (HR. Muslim dan An-Nasa’i)
Seorang mukmin khawatir kalau keimanannya rusak, keimanannya diganti oleh Allah dengan kekufuran, ketaatannya diganti oleh Allah dengan kemaksiatan, akibat daripada ia tidak berusaha untuk menjaga keimanan dan agamanya. Musibah yang menimpa agama lebih besar dibandingkan musibah yang menimpa dunia.
Orang yang terkena covid-19, banyak yang meninggal dunia. Setelah meninggal, barangkali Allah telah ampuni dosa-dosa mereka dengan...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings