Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Ramadhan adalah Hadiah dari Allah


Listen Later


Khutbah Jumat: Ramadhan adalah Hadiah dari Allah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 11 Ramadhan 1445 H / 22 Maret 2024 M.







Khutbah Khutbah Jumat: Ramadhan adalah Hadiah dari Allah



Ramadhan adalah hadiah Allah untuk kita, saudaraku. Kenikmatan yang besar. Karena di bulan Ramadhan banyak sekali pemberian-pemberian yang ingin Allah berikan kepada kita. Di antaranya adalah Allah ingin memberikan kepada kita ampunanNya. AmpunanNya yang besar tentunya sangat kita butuhkan. Karena sesungguhnya orang yang tidak diampuni oleh Allah tentu dia tidak akan merasakan surgaNya.



Saudaraku, ibadah shiyam merupakan ibadah yang agung, ibadah sangat Allah cintai, bahkan ibadah yang tidak ada tandingan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



عليك بالصَّومِ فإنَّه لا مثلَ له



“Hendaklah kalian berpuasa sesungguhnya ia tidak ada yang sama dengannya.” (HR. An-Nasa’i)



Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan dalam hadits ini bahwa ibadah puasa tidak ada yang sama dengannya. Itu menunjukkan betapa agung dan besarnya puasa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi,



كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ



“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untukKu dan Aku yang akan memberikan pahalanya.’” (HR. Muslim)



Subhanallah, betapa agungnya puasa di sisi Allah. Oleh karena itu, janji Allah untuk orang yang berpuasa pun sangat besar. Rasul kita yang mulia ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda,



مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ



“Siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Saudaraku, untuk mendapatkan pahala yang besar ini, yaitu ampunan, hendaklah memenuhi dua perkara tadi. Yang pertama, karena iman; kita beriman bahwa ini perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita taati, kita beriman bahwa perintah Allah pasti maslahat untuk kehidupan manusia, kita beriman bahwa puasa di bulan Ramadhan itu adalah kebaikan yang Allah inginkan kepada kita. Ketika kita beriman kepada Allah, kepada hari akhirat, dan bahwasanya kita berharap pahala di sisi Allah, maka saat itulah Allah akan memberikan kepada kita ampunanNya yang besar.



Namun, tentunya dalam Islam tidak mungkin ibadah puasa kita akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali memenuhi beberapa syarat. Yang pertama, ikhlas mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Kita tidak mengharapkan dunia, tidak mengharapkan pujian manusia. Kemudian, yang kedua, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah tidak akan diterima oleh Allah. Rasul kita yang mulia ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda,



مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ



“Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada di atasnya perintah kami, maka ia tidak akan diterima,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings