Khutbah Jumat: Ramadhan Madrasah Yang Agung ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 27 Ramadhan 1443H / 29 April 2022 M.
Khutbah Pertama Tentang Ramadhan Madrasah Yang Agung
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita sebuah madrasah yang agung, yaitu bulan Ramadhan ini. Yang apabila seseorang berpikir dan memikirkan dengan baik-baik tentang bulan Ramadhan yang telah kita lewati dan sekarang kita berada di penghujungnya, maka akan kita dapati banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan, terutama untuk hati kita dan keimanan kita. Karena sesungguhnya Ramadhan mendidik kita agar senantiasa bertakwa kepada Allah, senantiasa sabar di atas ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan maksiat kepada Allah dan sabar menghadapi berbagai macam ujian; kelaparan, kehausan, demikian pula susahnyanya kita berpuasa di siang bulan Ramadhan.
Dengan seperti itulah setelah Ramadhan kita bisa berusaha sabar diatas ketaatan kepada Allah. Setelah Ramadhan pun kita berusaha sabar untuk meninggalkan maksiat kepada Allah, setelah Ramadhan pun kita berusaha untuk sabar menghadapi ujian dan cobaan yang akan menimpa kita.
Saudaraku.. Ramadhan mengajarkan kepada kita kejujuran dalam keimanan. Dimana kita benar-benar jujur bahwa kita berpuasa memang mengharapkan ridha Allah, bukan ridha manusia. Lihatlah ketika kita sendiri tidak ada orang yang melihat, kita pun tidak berani untuk berbuka, kita tidak berani untuk membatalkan puasa kita. Bukankah itu menunjukkan bahwa kita memang jujur karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika berpuasa?
Maka demikian pula saudaraku.. Yang diharapkan setelah Ramadhan. Walaupun kita sendirian, tapi kita tidak berani untuk memaksiati Allah ‘Azza wa Jalla. Walaupun tidak ada manusia yang melihat, tapi kita yakin Allah yang melihat kita. Dan tidak ada yang tersembunyi bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan apa yang ada dalam dada-dada kita.
Ramadhan mendidik kita agar kita menjadi orang yang terbiasa di atas kebaikan. Membiasakan dengan berbagai macam amalan-amalan shalih; membaca Al-Qur’an, bersedekah, berpuasa, shalat malam dan yang lainnya. Sehingga akhirnya kebiasaan-kebiasaan ini yang diharapkan setelah Ramadhan adalah sesuatu yang bisa senantiasa kita lakukan.
Ramadhan mendidik kita untuk mempunyai jiwa dermawan. Agar kita memperhatikan orang-orang fakir miskin, agar kita mau berbagi dengan orang-orang susah. Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan umatnya untuk meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadhan.
Lihatlah betapa banyaknya -Alhamdulillah- kaum muslimin yang semangat untuk bersedekah di bulan Ramadhan mengharapkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla dan mengharapkan pahala yang lebih besar disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sungguh ini pendidikan yang sangat luar biasa. Bagi siapapun yang mau berpikir dan berakal, maka akan tampaklah hikmah-hikmah yang agung daripada syariat bulan puasa Ramadhan ini.
Dibandingkan dengan mudharat kelaparan sangat sedikit sekali. Justru kelaparan yang kita rasakan ini tiada lain adalah untuk maslahat yang lebih besar dari itu.
Saudaraku.. Karena siapapun orang yang mempunyai akal pikiran ia akan dapatkan bahwa semua perintah Allah pasti maslahat, pasti mengandung hikmah yang agung dan besar. Dan semua yang Allah larang pasti itu menimbulkan mudharat baik cepat ataupun lambat. Namun itu hanyalah untuk orang-orang yang berfikir.
Adapun orang-orang yang tidak berfikir dan hanya memikirkan syahwat saja, yang ia pikirkan hanya dunia saja, ia tidak akan merasakan manfaat-manfaat yang besar tersebut.