Khutbah Jumat: Sabar dan Shalat ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 1 Safar 1445 H / 18 Agustus 2023 M.
Khutbah Jumat: Sabar dan Shalat
Al-Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata:
كثير من أمراض الأبدان والقلوب أصلها من عدم الصبر
“Banyak penyakit-penyakit badan, demikian pula penyakit hati, berasal daripada ketidak sabaran.”
Apabila kita perhatikan ucapan beliau ini, akan kita dapatkan kebenarannya. Orang yang tidak sabar, dia mudah stress dalam hidupnya. Orang yang tidak sabar ketika ditimpa musibah, ia bersedih dan sedihnya berkepanjangan, sehingga menimbulkan penyakit-penyakit badan. Orang yang tidak sabar, terkadang ia menjadi pemarah; dia mudah sekali marah, sehingga kemudian menimbulkan penyakit yang ada di badannya. Orang yang tidak sabar menimbulkan penyakit pelit, sehingga pelit itu melilit hatinya; akhirnya menimbulkan penyakit-penyakit badan.
Demikian pula, penyakit hati akibat dari ketidak sabaran. Ketika seseorang tidak sabar untuk menjalankan perintah Allah, tidak sabar ia untuk menegakkan shalat, sehingga akhirnya hatinya pun terkena penyakit hati. Tidak sabar menghadapi syahwat, sehingga hatinya pun dipenuhi dengan penyakit-penyakit syahwat.
Saudaraku, untuk meninggalkan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga pada waktu itu hatinya pun berpenyakit. Sehingga akhirnya penyakit itu semakin kronis, lalu kemudian membinasakan pelakunya.
Oleh karena itulah saudaraku, Allah memerintahkan kita dalam ayat-ayat yang banyak untuk sabar. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, sabarlah, dan kokohkan kesabaran kalian, dan berjagalah di tapal batas. Agar kalian menjadi orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 200)
Allah berfirman:
…إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 153)
Allah berfirman:
… وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 146)
Bahkan, saudaraku, pemberian terbaik yang Allah berikan kepada seorang hamba, pemberian terluas yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah kesabaran.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ
“Tidaklah seseorang diberikan pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR. Bukhari)
Kita hidup di dunia butuh kesabaran. Anda sebagai seorang suami wajib sabar menghadapi istri dan anak-anak Anda. Anda sebagai seorang istri pun demikian, wajib sabar menghadapi kekurangan suami dan anak-anak. Anda sebagai siapapun, sebagai pemimpin ataupun sebagai bawahan, kesabaran itu harus ada dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan. Kalau kita tidak sabar, seringkali kita tidak melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Apalagi ketika menjalankan perintah-perintah Allah, menjalankan agama Allah dalam kehidupan kita, jika kita tidak sabar, iman kita akan rusak.
Oleh karena itu diriwayatkan bahwa Ali Bin Abi Thalib berkata:
إنَّ الصبر من الإيمان بمنزلة الرأس من الجسد
“Kesabaran dalam keimanan sama dengan kepala dalam badan kita.”
Sebagaimana seseorang tidak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman pun tidak akan hidup tanpa kesabaran.
Maka sabarlah di dunia ini. Karena sesungguhnya kesabaran di dunia itulah yang bermanfaat untuk kehidupan kita. Kita tidak ingin sabar dalam api neraka, karena kesabaran dalam api neraka tidak ada guna...