Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Senantiasa Menjaga Niat


Listen Later

Khutbah Jumat: Senantiasa Menjaga Niat ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 01 Rabiul awal 1443 H / 08 Oktober 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Senantiasa Menjaga Niat
Setiap manusia diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kekuatan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Setiap manusia diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala keinginan/kehendak. Dengan keinginan itu dia berusaha untuk mengambil sesuatu yang bermanfaat ataukah sesuatu yang tidak bermanfaat untuk hidupnya.
Oleh karena itulah saudaraku seiman, perkara yang senantiasa kita perhatikan dalam hidup yaitu senantiasa menjaga niat kita, menjaga keinginan kita. Karena dari keinginanlah muncul perbuatan. Ketika kita tidak menjaga keinginan, sehingga kemudian keinginan kita pun dicampuri oleh hawa nafsu dan syahwat, sehingga pada waktu itu kita menginginkan sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, lalu kemudian berubahlah ia menjadi sebuah perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah.
Oleh karena itu gunakan keinginan dan niat kita untuk hal-hal yang baik. Gunakan keinginan dan niat kita untuk hal-hal yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Siapa yang tidak menjaga niat dan keinginannya, jangan harap dia akan dijaga perbuatan dan amalnya. Tapi siapa yang berusaha menjaga niatnya, maka Allah pun akan menjaga amalnya, bahkan Allah akan menjadikan untuknya orang-orang yang membantu keinginannya tersebut.
Al-Imam Ibnul Qayyim Qayyim menyebutkan bahwa setiap manusia diberikan oleh Allah dua kekuatan; kekuatan yang pertama kekuatan keinginan, kekuatan yang kedua yaitu kekuatan ilmu. Apabila seseorang menginginkan hidayah namun ia tidak memiliki ilmunya, ia tidak akan mendapatkan hidayah. Demikian pula orang yang mengetahui hidayah dan berilmu tentang hidayah namun ia tidak menginginkannya, maka ia pun tidak mendapatkan hidayah.
Kapan seseorang diberikan oleh Allah hidayah? Yaitu ketika ia menginginkan hidayah dan ia pun berilmu tentang hidayah. Lalu kemudian ia berusaha untuk mengamalkannya dalam kehidupan. Maka jadilah ia termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah.
Oleh karena itulah setiap manusia bergerak sesuai dengan keinginannya. Ada orang yang mereka melakukan hal-hal yang tidak baik, karena memang hati dan keinginannya tidak baik. Sebaliknya, orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan dan ketaatan, karena memang hatinya dan keinginannya menginginkan kebaikan.
Maka saudaraku, inilah yang harus kita perhatikan betul. Meluruskan niat-niat dalam setiap perbuatan, dalam setiap amal, karena itulah yang paling berpengaruh di dalam amal kita.
Ketika kita pergi shalat tapi tidak meluruskan niat, masuklah kemudian setan di hati kita. Lalu setan pun menggambarkan kepada kita indahnya pujian manusia, sehingga kemudian karena kita kurang sungguh-sungguh menjaga keinginan dan niat, akhirnya kita pun tidak berharap keridhaan Allah, ternyata kita mengharapkan pujian manusia, akhirnya amal kita tidak diterima oleh Allah.
Maka dari itulah saudaraku, bersihkan keinginan dan niat kita dari dua perkara. Yang pertama adalah syahwat, yang kedua adalah syubhat.
Syahwat identik dengan dunia; harta, pujian manusia, tahta dan yang lainnya. Ketika keinginan kita dimasuki oleh syahwat, akhirnya untuk ikhlas pun sangat sulit sekali.
Banyak orang yang beramal shalih, karena keinginan dan niatnya dimasuki oleh syahwat, akhirnya ketika beramal niatnya bukan karena Allah, tapi karena dunia, karena agar diganti di dunia, karena agar rezekinya dimudahkan dan yang lainnya. Sementara Allah mengancam orang-orang yang punya keinginan seperti ini.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings