Radio Rodja 756 AM

Khutbah Jumat: Syarat Mendapatkan Syafaat


Listen Later


Khutbah Jumat: Syarat Mendapatkan Syafaat ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 13 Sya’ban 1445 H / 23 Februari 2024 M.







Khutbah Jumat Pertama: Syarat Mendapatkan Syafaat



Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia berkata,



يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟



“Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berbahagia mendapatkan syafaatmu nanti pada hari kiamat?”



Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



 أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ



“Orang yang paling berbahagia mendapatkan syafaatku nanti pada hari kiamat, yaitu orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan penuh keikhlasan dari hatinya.” (HR. Bukhari)



Saudaraku, inilah syarat orang yang ingin mendapatkan syafaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan penuh keikhlasan dari hatinya,” bukan karena mengharapkan dunia atau mengharapkan kesenangan kehidupan dunia ini.



Ucapan Laa Ilaaha Illallah, tentunya mempunyai konsekuensi yang agung, di mana Laa Ilaaha adalah merupakan nafi, yaitu meniadakan semua yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun Illallah menetapkan bahwa Allah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Semua selain Allah batil, sedangkan yang benar untuk diibadahi hanyalah Allah Rabbul ‘Alamin. Maka, Laa Ilaaha Illallah mengharuskan kita untuk kafir kepada Thaghut. Allah berfirman,



…فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ…



“Siapa yang kafir kepada Thaghut [Thaghut adalah كل ما يعبد من دون الله (semua yang diibadahi selain Allah)], dan ia beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat.” (QS. Al-Baqarah[2]: 256)



Saudaraku, siapapun yang wafat di atas ini, ia berhak mendapatkan syafaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



 أَتَانِي آتٍ مِنْ عِنْدِ رَبِّي فَخَيَّرَنِي بَيْنَ أَنْ يُدْخِلَ نِصْفَ أُمَّتِي الْجَنَّةَ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ فَاخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ وَهِيَ لِمَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا 



“Ada yang mendatangiku dari Rabbku lalu memberiku pilihan antara setengah ummatku masuk surga atau syafaat, lalu aku memilih syafaat. Dan syafaatku itu bagi orang yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun.” (HR. Tirmidzi)



Itulah saudaraku, betapa agung kalimat Laa Ilaaha Illallah, betapa agungnya tauhid. Oleh karena itu Allah mengutus seluruh Nabi dan Rasul untuk mendakwahkan kepada tauhid, agar manusia wafat di atas Laa Ilaaha Illallah, agar manusia masuk ke dalam surga. Karena sesungguhnya surga itu tidak halal bagi orang-orang yang berbuat syirik. Allah berfirman,



إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ



“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Allah mengampuni dosa yang lebih rendah dari kesyirikan.” (QS. An-Nisa'[4]: 48)

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings