Kali ini, aku benar-benar mengikhlaskanmu. Seperti burung camar yang melintas di langit biru, aku ingin kau tahu bahwa kebahagiaanmu adalah prioritasku. Meskipun perpisahan ini penuh dengan tangis dan kerinduan, aku tahu bahwa hanya dengan melepaskanmu aku bisa meraih cahaya matahari yang baru.