Radio Rodja 756 AM

Kisah Ashabul Ukhdud


Listen Later

Kisah Ashabul Ukhdud adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 5 Rabiul Awal 1443H / 11 Oktober 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Kisah Ashabul Ukhdud
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
كَانَ مَلِكٌ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَكَانَ لَهُ سَاحِرٌ فَلَمَّا كَبِرَ قَالَ لِلْمَلِكِ إِنِّي قَدْ كَبِرْتُ فَابْعَثْ إِلَيَّ غُلَامًا أُعَلِّمْهُ السِّحْرَ فَبَعَثَ إِلَيْهِ غُلَامًا يُعَلِّمُهُ
“Ada seorang raja dari kaum sebelum kalian yang mempunyai tukang sihir. Ketika sudah tua tukang sihir ini berkata kepada raja tersebut: ‘Aku sudah tua, utuslah kepadaku seorang anak muda yang aku akan ajarkan sihir kepadanya.’ Maka raja tersebut mengutus seorang anak muda kepadanya untuk diajarkan sihir.”
Sebagian pemimpin (baik dulu sampai sekarang) menggunakan sebagian tukang sihir untuk menyelesaikan sebagian urusan mereka. Tentunya perbuatan mereka ini adalah perbuatan yang haram dan tercela.
Tukang-tukang sihir adalah orang-orang yang suka merusak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
“Ketika mereka melemparkan tongkat dan tali, Musa berkata: ‘Yang kalian datangkan adalah sihir, sesungguhnya Allah akan membatalkannya’ Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki amalan orang-orang yang merusak.” (QS. Yunus[10]: 81)
Dalam kisah ini kita tahu bahwa orang-orang yang membawa kebatilan juga mencari murid-murid untuk meneruskan kesesatannya. Maka orang yang membawa kebenaran tidak boleh diam, hendaknya terus berdakwan mengajarkan ilmu, mempunyai murid juga untuk menyampaikan kebenaran, tidak terputus.
Tukang sihir ini bukannya taubat, tapi dia justru ingin mempunyai murid. Padahal ini merupakan keburukan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
من سن سنة سيئة، كان عليه وزرها، ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء
“Orang yang memberikan contoh yang jelek, dia akan mendapatkan dosanya. Dan dia juga akan menanggung dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)
Ini merupakan ancaman dari Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada orang yang mengajarkan kesesatan/keburukan, mencontohkan kejelekan. Begitu juga orang yang berfatwa dengan fatwa yang salah, dia berkata dengan perkataan yang menyimpang tentang Allah, tentang Islam, tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentang Al-Qur’an, kemudian diajarkan. Dia akan diikuti oleh murid-muridnya dan dia akan mendapatkan dosa.
Lanjutan kisahnya..
فَكَانَ فِي طَرِيقِهِ إِذَا سَلَكَ رَاهِبٌ فَقَعَدَ إِلَيْهِ وَسَمِعَ كَلَامَهُ فَأَعْجَبَهُ فَكَانَ إِذَا أَتَى السَّاحِرَ مَرَّ بِالرَّاهِبِ وَقَعَدَ إِلَيْهِ فَإِذَا أَتَى السَّاحِرَ ضَرَبَهُ فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى الرَّاهِبِ فَقَالَ إِذَا خَشِيتَ السَّاحِرَ فَقُلْ حَبَسَنِي أَهْلِي وَإِذَا خَشِيتَ أَهْلَكَ فَقُلْ حَبَسَنِي السَّاحِرُ
“Ketika anak muda itu berjalan, dia berjumpa dengan Rahib. Kemudian dia duduk mendengarkan nasihat Rahib dan dia merasa takjub/tartarik. Kemudian setiap kali dia mendatangi tukang sihir selalu melewati tukang sihir itu dan selalu duduk mendengarkan Rahib. Ketika terlambat mendatangi tukang sihir, maka dia dipukul. Kemudian dia mengadukan perkaranya kepada Si Rahib. Kemudian Rahib berkata: ‘Kalau kau takut kepada tukang sihir,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings