Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 20 Syawal 1445 H / 29 April 2024 M.
Kajian sebelumnya: Taubat dan Istighfar Sebab Kebahagiaan Hamba di Dunia dan Akhirat
Kajian Tentang Kisah Nabi Shalih ‘Alaihissalam
Nabi Shalih ‘Alaihissalam merupakan seorang rasul yang Allah utus ke kabilah Tsamud. Dalilnya Al-Qur’anul Karim Surah Asy-Syuara,
كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٤١﴾ إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٤٢﴾ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٤٣﴾ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٤٤﴾ وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٤٥﴾
“Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Shalih, berkata kepada mereka: ‘Tidakkah kalian bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang terpercaya (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas dakwah ini, upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 141-145)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا ﴿١١﴾ إِذِ انبَعَثَ أَشْقَاهَا ﴿١٢﴾ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا ﴿١٣﴾
“(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika orang yang paling celaka di antara mereka itu bangkit, lalu Rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka: (‘Biarkanlah) unta betina Allah ini dan minumannya’.” (QS. Asy-Syams[91]: 11-13)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ
“Berkata pemuka-pemuka orang yang sombong dari kaumnya itu kepada orang-orang yang dianggap lemah yang dari orang-orang yang beriman kepada Nabi Shalih: ‘Apakah kamu mengetahui bahwa Shaleh itu utusan dari Rabbnya?’. Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya’.” (QS. Al-A’raf[7]: 75)
Kabilah Tsamud adalah kaum Nabi Shalih yang Allah utus di tengah-tengah mereka. Dan kaum Tsamud ini masuk dalam kelompok Arab al-‘Aribah (Arab asli). Ini adalah kaum yang sejak dulu berbicara dengan bahasa Arab.
Kabilah Tsamud ini tinggal di daerah Hijr (antara Hijaz dan Tabuk). Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ketika mau Perang Tabuk lewat daerah ini.
Ibnu Umar menceritakan ketika tahun peperangan Tabuk, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah singgah di daerah Hijr bersama para sahabat rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian para sahabat mengambil air dari sumur-sumur yang dulu kaum Tsamud minum darinya. Kemudian mereka membuat adonan dan memasukkan daging-daging di pancinya. Ketika Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tahu,