Landscape Alliance

Landscape Alliance

By Landcape AllianceScience
Download on the App Store

Landscape Alliance episodes

  • Menghitung Harga Ekosistem Mangrove: Mengungkap potensi ekonomi, pendanaan, dan peran adaptasi
    Menghitung Harga Ekosistem Mangrove: Mengungkap potensi ekonomi, pendanaan, dan peran adaptasi sang benteng pesisir.
    Indonesia memiliki salah satu ekosistem mangrove terbesar di dunia. Dengan luas sekitar 3,21 juta hektare, Indonesia menjadi rumah bagi sekitar 20–23 persen mangrove dunia.
    Namun, mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pesisir. Ekosistem ini juga merupakan aset ekonomi yang sangat bernilai. Penelitian Landscape Alliance di Banyuasin, Sumatera Selatan, memperkirakan Total Economic Value (TEV) mangrove mencapai sekitar USD 14.700 per hektare per tahun. Nilai tersebut berasal dari berbagai manfaat, mulai dari perikanan, perlindungan pantai, penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, rekreasi, hingga peran krusialnya dalam adaptasi terhadap perubahan iklim dan jasa ekosistem lainnya.
    Lalu, bagaimana sebenarnya nilai ekonomi mangrove dihitung? Mengapa konservasi mangrove dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi masyarakat dan negara? Dan bagaimana potensi ini dapat mendukung pembangunan berkelanjutan serta ekonomi biru Indonesia?
    Dalam episode Podcast Bincang Hutan spesial Hari Mangrove Sedunia, kita akan mengupas berbagai pertanyaan tersebut bersama Beni Okarda, peneliti dari Landscape Alliance, dan Jerri Falson, Penilai Pemerintah Ahli Muda dari Kementerian Keuangan.
    45 min
  • Keadilan Gender dan Kesejahteraan: Melawan Tantangan dari Tingkat Tapak
    Di tengah budaya patriarki yang masih mengakar, ketidakadilan gender masih menghantui. Berbagai faktor multidimensional semakin menekan kelompok rentan terutama perempuan yang harus memikul beban berlapis. Kondisi ini kian diperparah oleh krisis iklim, yang membuat akses terhadap sumber daya semakin terbatas.
    Berangkat dari keresahan tersebut, berbagai inisiatif di tingkat tapak di Timor Tengah Selatan mulai tumbuh. Mulai dari pembentukan sekolah perempuan dan sekolah ayah (laki-laki) untuk membangun kesadaran atas kesetaraan dan keadilan gender, hingga gerakan ayah sebagai konselor pangan dan gizi keluarga.
    Melalui proyek Land4Lives, CIFOR-ICRAF turut mendampingi petani—baik laki-laki maupun perempuan—dalam menerapkan pertanian cerdas iklim. Pendampingan ini mencakup pengembangan kebun belajar dan kebun dapur, serta penguatan kelompok usaha berbasis agroforestri dalam menyusun rencana bisnis dan mengembangkan usaha produktif.
    Bagaimana gerakan-gerakan ini tumbuh dan berkembang?
    Simak perbincangan inspiratif bersama Pendeta Saprianus dan Ratnasari hanya di Podcast Bincang Hutan
    35 min
  • Generasi Hijau: Literasi dan Aksi Pendidikan Restorasi
    Mengapa pendidikan penting bagi upaya pemeliharaan lingkungan? Pertanyaan mendasar ini gaungnya makin terasa saat ini. Penggiat lingkungan kini banyak bersinergi dengan pemerintah daerah dan para guru memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam muatan lokal kurikulum.
    Nilai ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan adalah proses memberi teladan, menumbuhkan semangat, sekaligus memberikan dorongan. “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” bukan sekadar semboyan, tetapi cerminan bagaimana pendidikan dapat menggerakkan perubahan. Dalam konteks restorasi edukasi, pendekatan ini menjadi fondasi untuk generasi yang peduli akan kelestarian alam.
    Kita semua setuju bahwa masih dibutuhkan penyempurnaan pendekatan pendidikan, salah satunya tentang restorasi edukasi, yang mampu mempersiapkan generasi muda Indonesia menjadi praktisi yang terampil dan adaptif untuk menghadapi beragam tantangan kerusakan lingkungan dan alam.
    Dalam episode spesial Bincang Hutan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini, kita akan berdiskusi tentang restorasi edukasi dari sudut pandang pendidikan perguruan tinggi bersama Nilo dan Alfa.
    25 min
  • Hutan dan Ekonomi: Mencari Titik Temu Keberlanjutan
    Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional, Bincang Hutan mengangkat peran penting ekonomi hutan, bagaimana hutan tidak hanya dijaga, tetapi juga dikelola sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan. Hutan bukan sekadar hamparan hijau, melainkan penopang kehidupan, penyerap karbon, rumah keanekaragaman hayati, sekaligus sumber ekonomi bagi jutaan orang.
    Namun, tekanan kebutuhan ekonomi sering mendorong eksploitasi hutan dan pembukaan lahan, menjadikan keberlanjutan sebagai tantangan nyata. Di sinilah pentingnya menggeser cara pandang: dari eksploitasi menuju pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan.
    Melalui pendekatan ekonomi hijau, hutan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang tetap menjaga fungsi ekologisnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lalu, bagaimana praktik ekonomi hutan berkelanjutan dapat diwujudkan di lapangan?
    Simak perbincangan inspiratif Bincang Hutan bersama Beria Leimona dan Erlangga.
    42 min
  • Mengapa harus ayah? Stunting, gender, dan peran ayah dalam keluarga
    Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan,
    tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga.
    Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi.
    Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual.
    Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis?
    Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.
    23 min
  • Sistem Pangan Sehat Dimulai dari Gen Z
    Kalau bicara soal pangan, obrolannya sering berhenti di “pilihan pribadi”: makan apa, beli di mana, atau kenapa masih jajan yang kurang sehat. Padahal, pilihan makanan kita sangat dipengaruhi oleh sistem pangan yang lebih luas—mulai dari ketersediaan makanan, harga, hingga kebijakan yang mengaturnya.
    Di episode ini, kita membahas mengapa perubahan sistem pangan menjadi kunci untuk mewujudkan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Sistem pangan sehat tidak lahir dari pilihan individu semata, tetapi dari gerakan bersama yang mendorong perubahan di level lingkungan, kebijakan, dan praktik sehari-hari.
    Lalu, di mana peran Gen Z dalam perubahan ini?
    Bersama narasumber, kita mengulas bagaimana Gen Z dapat berkontribusi melalui aksi kolektif dan advokasi—mulai dari mendorong kantin sekolah dan kampus yang lebih sehat dan ramah lingkungan, menginisiasi food sharing dan community fridge, hingga mengangkat suara petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal sebagai bagian penting dari sistem pangan lestari.
    39 min
  • Inovasi Canggih, Kelestarian Hutan Terjaga
    Bagaimana teknologi canggih seperti satelit, drone, dan kecerdasan buatan (AI) membantu menjaga hutan?
    Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu kunci dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Penerapan pemantauan satelit, sistem informasi berbasis digital, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memungkinkan proses pengawasan, perencanaan, dan pemulihan hutan dilakukan dengan lebih efektif, akurat, dan transparan. Melalui pendekatan ini, kelestarian hutan dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana efisiensi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan ekosistem hutan bagi generasi mendatang.
     
    Mulai dari deteksi kebakaran hutan secara real-time, pemantauan restorasi berbasis komunitas, hingga pembahasan mengenai tantangan dan etika dalam penggunaan data digital—berbagai aspek ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berperan dalam menjaga hutan. Namun, apakah teknologi benar-benar mampu menjadi solusi utama?
     
    Dalam episode Bincang Hutan kali ini, Beni Okarda, peneliti CIFOR-ICRAF, akan mengulas ragam inovasi teknologi yang saat ini dimanfaatkan untuk memantau, melindungi, dan merestorasi hutan. Temukan jawabannya dalam episode ini.
    14 min
  • Enjeux et perspectives de la REDD+ en RDC
    Comment le projet REDD évolue-t-il en République démocratique du Congo? Quelles sont les perspectives d'accomplissement ? Comment surtout endiguer les éventuels obstacles qui pourraient se présenter ?
    Pour en parler avec nous, deux experts qui répondront à nos questions, M. Prince Lungungu MUHEMA, point focal Tenure Facility RDC, et M. Denis SONWA, coordonnateur national pour la RDC et scientifique CIFOR-ICRAF.
    39 min
  • Hutan dan Kesehatan: Harmoni untuk Mendukung Masyarakat yang Sehat
    Hutan adalah sumber kehidupan. Peran penting hutan dapat dilihat dari masyarakat lokal atau adat yang tinggal di dalam atau di sekitar kawasan hutan. Kehidupan mereka sangat bergantung pada keberadaan hutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari sumber makanan, energi, kesehatan, penghasilan, dan tempat berlindung. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan dan kesehatan hutan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.
    Manfaat hutan tidak hanya terbatas pada mereka yang tinggal di sekitarnya. Bagi masyarakat yang tinggal perkotaan atau di negara-negara dengan ekosistem hutan yang terbatas, kehidupan mereka bergantung pada kesehatan hutan. Hutan tropis, seperti yang ada di Indonesia, memainkan peran penting sebagai paru-paru dunia dan menjaga kestabilan iklim. Selain itu, hutan yang sehat juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang juga bergantung padanya.
    Bersama Muhammad Faisal Pratama, Peneliti CIFOR-ICRAF, dan Laetania Belai Djandam, Advokat Kesehatan Planetari dan Hak Masyarakat Adat, mari kupas tuntas bagaimana hubungan antara ekosistem hutan yang sehat dalam mendukung dan menjamin kesehatan masyarakat.
    34 min

About Landscape Alliance

From the publisher's feed

CIFOR-ICRAF harnesses the power of trees, forests and agroforestry landscapes to address the most pressing global challenges of our time - biodiversity loss, climate change, food security, livelihoods and inequity.