Radio Rodja 756 AM

Lemah-Lembut dan Memberikan Hak Hewan Ketika Safar


Listen Later

Lemah-Lembut dan Memberikan Hak Hewan Ketika Safar adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 18 Dzulqa’dah 1442 H / 29 Juni 2021 M.
Kajian sebelumnya: Bab Adab-Adab Safar
Ceramah Agama Islam Tentang Lemah-Lembut dan Memberikan Hak Hewan Ketika Safar
Al-Imam An-Nawawi menyebutkan bab adab-adab dalam safar, bagaimana adab kita dalam perjalanan, adab ketika singgah/menginap di suatu tempat, serta bagaimana Islam mengajarkan kepada kita untuk memperhatikan binatang.
Jadi, jangankan kepada manusia, kepada binatang pun kita diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyayanginya. Nabi yang mengumandangkan kedamaian dan perdamaian, Nabi yang diutus oleh Allah untuk membawa Islam. Bagaimana hadits-hadits beliau yang mengandung perintah untuk menjaga hak-hak binatang, apalagi yang mereka dijadikan kendaraan dalam perjalanan. Karena memang pembahasan ini berkaitan dengan perjalanan di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang juga tentu menggunakan kendaraan unta, keledai atau yang lainnya dari binatang-binatang ternak.
Maka ada adab yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap binatang-binatang ternak yang kita gunakan sebagai kendaraan. Beliau memerintahkan kepada orang-orang yang meremehkan hak binatang itu supaya jangan sampai meremehkannya. Tapi berikanlah hak binatang-binatang itu. Karena mereka pun adalah makhluk Allah, Allah menciptakan mereka, mereka mempunyai hak untuk diberikan makan, diberikan waktu istirahat dan seterusnya.
Ini satu bukti nyata bagaimana kemuliaan Islam dan ajaran tuntunannya yang demikian luhur dan mulia. Maka dari itu tidak ada pintu untuk mencela Islam dengan alasan-alasan sangat tidak rasional, sangat tidak berdasar. Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Jangankan kepada manusia, kepada binatang pun kita diperintahkan untuk belas kasihan pada mereka.
Hadits menyayangi binatang
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِذَا سَافَرْتُمْ فِي الخِصْبِ، فَأعْطُوا الإبلَ حَظَّهَا مِنَ الأَرْضِ، وَإِذَا سَافَرْتُمْ في الجدْبِ، فَأسْرِعُوا عَلَيْهَا السَّيْرَ، وَبَادِرُوا بِهَا نِقْيَهَا، وَإِذَا عَرَّسْتُمْ، فَاجْتَنِبُوا الطَّرِيقَ؛ فَإنَّهَا طُرُقُ الدَّوَابِّ، وَمَأوَى الهَوَامِّ بِاللَّيْلِ
“Apabila kalian bepergian di musim suburnya tanaman, maka berikanlah kepada unta haknya dari bumi ini. Dan apabila kalian bepergian di musim paceklik, maka percepatlah berjalannya unta itu dan segeralah berikan kesempatan untuk istirahat. Dan apabila kalian turun di malam hari, maka jauhilah dari tidur di jalan. Karena jalan itu juga jalannya binatang-binatang, dan jalan-jalan itu tempatnya binatang-binatang berbisa di malam hari.” (HR. Muslim)
Betapa agungnya tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Subhanallah, bagaimana memperhatikan, mencermati, lalu kemudian memerintahkan agar dalam perjalanan kita memperhatikan adab-adab yang disebutkan dalam hadits ini.
Hadits ini menjelaskan bahwa Islam memerintahkan kepada kita untuk lemah-lembut kepada binatang. Binatang juga merupakan makhluk Allah. Apalagi mereka yang digukanan sebagai kendaraan, mereka mempunyai rasa lelah, lapar, ada batas tenaganya, sama seperti manusia. Maka hal-hal seperti ini juga harus diperhatikan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings