Berkeluh kesahlah jika lukamu masih saja singgah. Jika diammu semakin gaduh hingga sulit menemui kata sembuh, jangan pernah ya sekali kali merasa paling rapuh.
Memang selama aku hanya diam. Aku akan diam selama itu membahagiakan. Hingga si paling diam ini mulai menyadari bahwa ada hal yang ternyata menuntut untuk dicukupkan.
Ia terlampaui indah, lalu kutatap ia sambil tersenyum merekah. Dan karnanya ku berhasil menamatkan sebuah kisah tentang pahitnya patah, resah, lelah, dan gundah
Ia datang kembali setelah sekian lama tak berkunjung bahkan suaranya, senyumnya dan sorot mata sendunya kini masih membekas dalam ingatan juga hati yang palinh dalam.