Homili Katolik

Luka


Listen Later

(19 April 2020)

Romo Antonius Adrian Adiredjo, OP

[Bacaan Injil : Yohanes 20 : 19 - 31

(Hari Minggu Paskah ke-2)]

Tomas adalah salah satu murid Yesus yang tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. Ini merupakan sikap yang berbanding terbalik karena Ia tidak percaya kepada Yesus, padahal sebelumnya ia adalah murid Yesus. Hal yang dapat membuat Tomas dapat percaya kecuali, ia bisa mencucukan tangannya kedalam lambung bekas luka Yesus. Ini menandakan bahwa ia ingin bukti yang lebih spesifik bahwa Yesus telah bangkit. Tomas ingin mencari luka Yesus karena ia sendiri adalah manusia yang terluka, sama seperti kita. Dalam hidup kita semua pasti merasakan luka baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Mungkin luka secara fisik dapat mudah terlihat atau mudah diobati, tetapi akan terasa sulit jika luka tersebut ada dalam batin atau jiwa kita. Banyak faktor yang yang membuat kita merasakan luka batin baik faktor internal atau eksternal. Tomas merasakan luka karena ia merasa bahwa impian atau harapannya telah hancur setelah Yesus wafat, sehingga merasa bahwa dirinya telah hancur. Luka Yesus menjadi faktor yang membuat Tomas hancur. Luka yang terjadi dalam diri kita terkadang terjadi karena kebodohan diri kita sendiri, sehingga sulit untuk menerima diri kita sendiri. Hari ini kita melihat Tomas yang mencari luka Yesus karena ia pun sebagai sahabat Yesus tidak ada dalam peristiwa penyaliban Yesus, bahkan ia menghilang meninggalkan Yesus. Ini mencerminkan bahwa Tomas merasa kecewa terhadap diri sendiri sehingga ia dihantui oleh luka Yesus yang mati disalib karena dirinya sendiri. Kabar baiknya setelah Yesus bangkit dan menampakan diri-Nya kepada para murid, Ia membawakan damai. Ini menandakan bahwa kita tidak usah malu oleh luka dalam diri kita sendiri. Yesus yang bangkit bukan berarti dia tidak terluka, tetapi ia memiliki tempat di hati Allah. Tomas menyentuh luka Yesus dengan maksud agar dapat menyatukan lukanya dengan Yesus agar merasakan kesembuhan. Oleh karena itu, kita juga diundang untuk menyatukan luka-luka kita dengan Yesus agar dapat disembuhkan seperti Tomas. Maka, kita akan mengakui bahwa Allah adalah sebagai penebus luka-luka kita. Hal ini yang membuat luka tersebut akan memiliki arti dalam hidup kita. Luka tentunya akan membuat kita terluka, tetapi yang terpenting bagaimana kita memaknai dan mendefinisikan luka tersebut untuk melihat lebih dalam diri kita sendiri. Menyatukan luka bersama Kristus sangat penting agar kita dapat semakin mengetahui makna dari hidup kita, karena melalui Dia lah kita akan disembuhkan.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Homili KatolikBy Aquinas Center