Luqman Menasihati Putranya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 4 Sya’ban 1443H / 7 Maret 2022 M.
Kajian sebelumnya: Hak Pemimpin Yang Wajib Ditunaikan Oleh Rakyatnya
Ceramah Agama Islam Tentang Luqman Menasihati Putranya
Kajian kita kali ini adalah tentang Luqman menasihati putranya dan memberikan peringatan dari seluruh keburukan. Ini diambil dari surah Luqman Ayat yang ke-13 dan ke-18. Allah berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada putranya, dan dia menasihatinya: ‘Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan adalah kedzaliman yang besar.'” (QS. Luqman[31]: 13)
Kemudian di ayat yang ke-18, Allah berfirman:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Janganlah engkau palingkan wajahmu dari manusia karena sombong. Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman[31]: 13)
Kenapa Luqman Al-Hakim mewanti-wanti putranya dari kesyirikan? Disebutkan disini oleh Syaikh Rahimahullahu Ta’ala ada 9 sebab, yaitu:
1. Kesyirikan bisa menggugurkan amalan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada engkau (wahai Muhammad) dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Apabila engkau berbuat syirik, niscaya amalmu akan hancur dan niscaya engkau termasuk orang-orang yang merugi.'” (QS. Az-Zumar[39]:65)
Kalau orang memiliki satu juta amalan, kemudian ada satu saja amalan yang di dalamnya dia tujuakan kepada selain Allah, maka rusaklah seluruh amalannya. Kalau seseorang memiliki seribu doa, kemudian ada satu doa yang dia panjatkan kepada selain Allah, maka gugurlah pahala doanya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Itu adalah petunjuk Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki dari hamba-hambaNya. Kalau mereka berbuat syirik maka amalan mereka akan gugur.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا
“Kami hadapkan seluruh amalan yang mereka lakukan, dan Kami jadikan amalan-amalan mereka itu seperti debu yang bertebaran.” (QS. Al-Furqan[25]: 23)
Maka hendaknya kita sebagai orang tua nasihat pertama yang kita sampaikan kepada anak adalah tauhid. Para ulama mengatakan bahwa kalau punya anak, pertama kali yang kita ajarkan ketika anak bisa berbicara adalah kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah. Hal ini agar dia mendengar kalimat itu, masuk ke hatinya dan dia bawa sampai mati.
2. Kesyirikan bisa menghalangi ampunan pada hari kiamat
Menit ke- Orang yang melakukan perbuatan syirik da...