Radio Rodja 756 AM

Makan Bersama Anak


Listen Later


Makan Bersama Anak ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 14 Jumadal Ula1445 H / 27 November 2023 M.







Kajian Tentang Makan Bersama Anak



Makan bersama anak itu adalah salah satu aktivitas yang banyak sekali manfaatnya. Namun, sayangnya, banyak di antara keluarga hari ini yang tidak melakukannya, ataupun kalau ada yang melakukannya, masing-masing sibuk dengan HP-nya. Sehingga, manfaat yang diharapkan akan bisa didapatkan dari makan bersama itu menjadi sedikit. Hal ini karena Bapaknya pegang HP, ibunnya pegang HP, anaknya juga sama, semuanya pegang HP. Sehingga, keakraban, keharmonisan, dan kehangatan yang diharapkan akan didapatkan, tidak jadi didapatkan.



Maka, ayo kita berusaha menghidupkan kembali kebiasaan makan bersama antara bapak, ibu, dan anak. Syukur-syukur, kalau masih ada Mbah Kakung (Kakek), Mbah Putri (nenek), ajak sekalian bersama-sama satu keluarga besar.



Jadikan kebiasaan makan bersama menjadi rutinitas harian. Apa manfaatnya ketika bisa makan bersama-sama dengan keluarga?



Pertama, manfaatnya adalah akan mengakrabkan hubungan antara anggota keluarga, hubungan antara suami dengan istri, bapak dengan anak, dan ibu dengan anak. Kalau keakraban antar anggota keluarga ini terjalin dengan baik, maka InsyaAllah rumah tangga itu akan kuat. Rapuhnya rumah tangga, salah satu sebabnya adalah karena hubungan antar anggota itu tidak akrab. Sehingga kita sering mendengar istilah “broken home (suaminya punya WIL, istrinya punya PIL, anak-anaknya tidak tahu pada ke mana)” na’udubillahi min dzalik.



Bisa jadi, adanya perselingkuhan dalam sebuah rumah tangga diawali dari ketidakharmonisan hubungan antara suami dengan istri. Ada sesuatu yang hilang dari kehidupan mereka. Laki-laki yang mencari tempat curhat selain istri (wanita yang bukan sah), itu bisa jadi karena dia tidak mendapatkan istrinya sebagai tempat yang nyaman untuk curhat. Begitu pula sebaliknya, sebagian istri yang mencari tempat curhat berupa pria yang bukan apa-apanya. Yaitu bukan bapaknya, bukan suaminya, bukan kakaknya, bukan adiknya, tidak ada hubungan kekerabatan. Itu bisa jadi karena si istri tidak mendapatkan suaminya sebagai tempat yang nyaman untuk curhat.



Begitu pula anak-anak yang suka keluyuran, nongkrong di pinggir jalan, di lampu merah, rambutnya dicat, tidurnya di pingir toko. Kemungkinan besar mereka masih punya bapak dan ibu. Akan tetapi bisa jadi mereka tidak mendapat kenyamanan, tidak ada tempat bagi mereka untuk berbagi canda, bercerita atau curhat. Padahal itu kebutuhan manusia. Manusia butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Ketika itu tidak mereka dapatkan, akhirnya mencari pelarian. Dan mirisnya pelarian itu ternyata adalah ada di tempat-tempat yang tidak kita harapkan.



Maka, supaya kita bisa menghindarkan keluarga dari fenomena yang memprihatinkan tadi, salah satu caranya adalah harus sering bersama, ada aktivitas yang diikuti oleh seluruh keluarga. Aktivitas harian yang bisa kita lakukan bersama-sama yang mudah dilakukan adalah makan bersama. Ini tidak butuh biaya besar, hanya sekadar butuh biaya untuk masak, kemudian effort sedikit untuk mengajak.



Jadi, salah satu momen yang sering diabaikan itu adalah momen makan bersama, apalagi di zaman ini yang masing-masing anggota keluarga super sibuk, bapak kerja, ibu pun kerja, anak bersekolah dan main. Kapan mereka akan bertemu?
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings