Radio Rodja 756 AM

Malaikat Tidak Berhak Diibadahi


Listen Later

Malaikat Tidak Berhak Diibadahi adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 9 Rabi’ul Awwal 1444 H / 05 Oktober 2022 M.

Kajian Tentang Malaikat Tidak Berhak Diibadahi
Di dalam surah Saba’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
… حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Perkataan yang benar’, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Saba’[34]: 23)
Mereka dalam ayat ini maksudnya adalah para malaikat. Yang mengatakan ini adalah Ibnu Abbas, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, Abu Abdurrahman As-Sulami, Asy-Sya’bi, Al-Hasan Al-Bashri dan selain mereka.
Ibnu Jarir berkata, para ulama mengatakan: “Mereka dihilangkan rasa takut itu akibat para malaikat takut saat mendengar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian akhirnya mereka pingsan.”
Para malaikat yang besar saja takut terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ibnu Athiyah berkata: “Di dalam perkataan ini terdapat hal yang disembunyikan atasnya secara lahiriyahnya. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Dan para malaikat tidak bisa memberikan syafaat sebagaimana yang kalian anggap. Bahkan mereka adalah hamba-hamba Allah yang berserah diri kepada Allah selamanya.’”
Ibnu Katsir berkata: “Inilah yang benar (bahwa yang takut tersebut adalah para malaikat), tidak ada keraguan di dalamnya, karena berdasarkan hadits-hadits dan juga riwayat-riwayat di dalam permasalahan ini.”
Abu Hayyan berkata: “Telah nampak hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa yang dimaksud dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ‘Sehingga jika diangkat rasa takut dari hati-hati mereka,’ itu maksudnya adalah para malaikat ketika para malaikat mendengar wahyu yang disampaikan kepada Jibril. Wahyu tersebut seperti gesekan rantai-rantai besi di atas bebatuan. Maka pada saat itu para malaikat takut hatinya karena mengagungkan dan memuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan makna inilah dari penyebutan para malaikat pada awal ayat, maka akan bersambung ayat ini dengan yang sebelumnya. Dan barangsiapa yang tidak paham bahwa para malaikat yang diisyaratkan dalam ayat ini dari awal firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ayat ini tidak akan tersambung dengan ayat yang sebelumnya.”
Di dalam ayat tadi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Apa yang telah difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Para malaikat tidak mengucapkan: “Apa yang telah diciptakan oleh Rabb kita.” Kalau seandainya firman Allah itu adalah makhluk, maka niscara mereka akan mengucapkan: “Apa yang telah diciptakan.” Ini menunjukkan bahwa firman Allah adalah sifat Allah bukan makhluk.
Semisal dengan firman Allah ini seperti dalam hadits: “Wahai Jibril, apa yang dikatakan oleh Rabb kita?” dan yang semisal seperti ini di dalam Al-Qur’an dan hadits sangatlah banyak.
Di dalam ayat disebutkan bahwa para malaikat menjawab: “Perkataan yang benar.”
Para malaikat menjawab: “Yang diucapkan oleh Allah adalah Al-Haq.” Yang demikian itu karena para malaikat jika mendengar firman Allah maka mereka pingsan. Kemudian jika mereka sudah sadar maka mulai bertanya: ̶...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings