Radio Rodja 756 AM

Manhaj Salaf Membantah Pelaku Yang Menyimpang


Listen Later

Manhaj Salaf Membantah Pelaku Yang Menyimpang merupakan kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dalam pembahasan kitab Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah. Kajian ini disampaikan pada 18 Shafar 1443 H / 25 September 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Manhaj Salaf Membantah Pelaku Yang Menyimpang
Menit ke- Tujuan kita mambahas kitab ini adalah untuk memudahkan kita melakukan At-Tashfiyah wa At-Tarbiyah . Yaitu pembersihan dan mendidik diri serta kaum muslimin di atas pemahaman yang telah bersih dan murni tersebut. Inilah sebabnya para ulama Salaf lebih mengutamakan orang yang ketika menjelaskan agama sekaligus membantah penyimpangan-penyimpangan sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.
Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullahu Ta’ala pernah ditanya: “Seseorang yang beribadah untuk dirinya sendiri, apakah ini lebih kamu sukai daripada orang lain yang dia membahas tentang penyimpangan-penyimpangan bid’ah?” Maka Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullahu Ta’ala mengatakan:
إذا قام وصلى واعتكف فإنما هو لنفسه، وإذا تكلم في أهل البدع فإنما هو للمسلمين؛ هذا أفضل
“Kalau dia melaksanakan ibadah shalat, beri’tikaf, maka manfaatnya terbatas pada dirinya sendiri. Tapi kalau dia membantah ahlul bid’ah, maka ini manfaatnya untuk dirinya sendiri dan semua kaum muslimin, maka ini yang lebih utama.”
Pembahasan agama dengan metode seperti ini kita dengarkan dari para Ustadz kita, alhamdulillah akhirnya kita dapat hidayah, mengetahui kesalahan yang selama ini kita lakukan, kemudian kita berhijrah.
Masih pernyataan Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullahu Ta’ala yang bertanya kepada beliau tentang perbuatan para ulama ahlul hadits yang mengkritik para rawi hadits. Beliau berkata:
إذا سكت أنت وسكت أنا؛ فمتى يعرف الجاهل الصحيح من السقيم؟!
“Kalau engkau diam dan aku juga diam, maka bagaimana orang jahil bisa mengetahui hadits shahih dan lemah…!?”
Inilah pertimbangan utama.
Kita ketahui di akhir zaman ini sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam demikian terasing. Bahkan sudah merupakan ketentuan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berlakukan pada agama ini, bahwa semakin jauh zaman maka semakin banyak sunnah yang ditinggalkan, semakin banyak bid’ah yang bermunculan.
Lalu bagaimana Ahlus Sunnah bisa berpegang teguh dengan sunnah kalau tidak ada yang menjelaskan ini yang benar dan yang salah? Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhuma berkata:
ما يأتي على الناس عام إلا أحدثوا فيه بدعة، وأماتوا فيه سنة، حتى تحيا البدع وتموت السنن
“Tidaklah datang kepada manusia suatu tahun kecuali di situ mereka akan mengada-ngadakan satu perbuatan bid’ah dan meninggalkan sunnah. Sampai tumbuh subur kebid’ahan dan berguguran sunnah-sunnah.”
Lalu mana konsekuensi seseorang yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah kalau dia tidak berusaha menghidupkan sunnah dan memadamkan kebalikan dari sunnah? Bagaimana mungkin kita yang di akhir zaman bisa merasakan nikmatnya melaksanakan sunnah dalam shalat, puasa, apalagi dalam iman dan tauhid kalau seandainya bid’ah yang semakin lama semakin bermunculan tidak dipadamkan dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui keberkahan dakwah para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, kemudian para ustadz-ustadz sunnah kita?
Bahkan keadaan yang lebih memprihatinkan lagi adalah apa yang digambarkan oleh sahabat yang mulia Hudzaifah Ibnul ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings