Manusia & Teknologi

Manusia & Teknologi - 2023-02-09


Listen Later

Info pekan ini 

 

~ Tarik ulur pelanggan streamin baru, siapa cepat dia dapat

Dunia hiburan Streamin menjadi pilihan bagi berbagai orang dalam mencari hiburan. sebuah hiburan rumahan yang dapat menghibur siapa saja yang menonton menjadi pilihan bagi setiap anggota keluarga. selama beberapa tahun terakhir, nampaknya market telah berhasil di rebut oleh Netflix, akan tetapi opsi dunia hiburan versi streamin yang semakin menjamur, ditambah dengan pertumbuhan member baru yang semakin melambat membuat saham Netflix jatuh dengan signifikan. prioritas mengejar keuntungan bagi Netflix menjadi sesuatu yang utama, berbagai upaya demi mendongkrak profit Netflix nampaknya tidak akan di undur lebih laman lagi, apakah akan menaikkan biaya bulanan member? atau menyelingi iklan pada saat tontonan berlangsung?

November 2022, raksasa dunia hiburan asal AS yaitu Disney mengalami perombakan besar-besaran di dalam jejeran administrasi. Dewan direksi yang mencopot jabatan Bob Chapek sebagai CEO Disney yang kemudian segera di gantikan dengan mantan ketua dewan direksi yaitu Robert Iger sebagai CEO. perihal ini di pandang oleh umum sebagai kinerja yang buruk gegara kerugian besar-besaran Disney+ pada kwartal sebelumnya.

Belum lama ini, Netflix merilis sebuah paket terbaru dalam promo tawaran member baru dengan biaya yang relatif rendah, hanya dengan 6.99 US Dollar ( sekitar 215 NT Dollar ) perbulan yang dapat mengakses tontonan film di AS dengan layanan tontonan iklan, dan pada saat ini sedang berupaya untuk membatasi para pelanggan untuk membagikan kata sandi di berbagai wilayah yang berbeda dalam 1 akun. Meski begitu, Netflix kehilangan setengah dari nilai pasar di tahun lalu, bahkan jauh-jauh hari dari awal terjadinya pandemi COVID 19.

Pasar Streaming Audio-Visual memang sarat dengan persaingan, harga yang melonjak membuat para pelanggan merasa dompetnya di kuras. namun di lain sisi biaya produksi konten yang berkualitas tinggi tetap di suguhkan agar dapat terus menghibur para pelanggan, dan tidak di pungkiri bahwa industri hiburan pada saat ini memang sedang dalam kesulitan.

Ambil contoh Disney+ yang di luncurkan pada bulan November 2019, dimana Disney dengan cepat menarik para pelanggan dengan tawaran suguhan menarik animasi asal As, selain itu rentetan Marvel yang terkumpul rapih serta Serial Star Wars yang menjadi incaran para fans Star Wars di seluruh dunia. pada saat itu jumlah pelanggan Disney+ yang sudah melebihi 164 Juta pelanggan hanya dalam kurun waktu 3 tahun setelah hari peluncuran layanan.

Netflix kalah telak dalam jumlah pelanggan, apabila ESPN+ dan Hulu yang juga berafiliasi dalam satu bendera yaitu Disney maka jumlah pelanggan di bawah dari bendera Disney sudah jauh melampaui pasar Netflix.

Namun apakah ini adalah hal yang baik? di lihat dari pertumbuhan pasar yang semakin melesu dalam 1 tahun terakhir ini nampaknya juga telah berimpak kepada semua pelaku di industri hiburan ini. Korporasi Wall Street yang menganalisa keuangan sebuah perusahaan memfokuskan data mereka pada angka laba, mari kita kupas Disney, sebelum Bob Chapek di copot dari jabatan Disney+ merilis sebuah pengumuman yang berisikan tentang pertambahan pelanggan baru sebanyak 12.1 Juta pada kwartal sebelumnya, sudah lebih baik dari ekspektasi pasar.

Akan tetapi bisnis streamin yang meleseu membuat sektor ini kehilangan hampir 1.5 Milliar US Dollar dalam 1 kwartal saja. hal ini sudah melampaui kinerja bisnis di sektor lainnya dibawah bendera Disney, seperti taman hiburan Disney yang sudah anjlok sebanyak 13% di pekan yang sama.

Pada tahun Fiskal terakhir, bisnis Streamin Disney kehilangan lebih dari 4 Milliar Us Dollar, Disney+ menambahkan lebih dari 46 juta pelanggan dalam periode yang sama. dengan begitu tingkat pertumbuhan Disney yang sudah naik sebanyak 40%, prestasi ini lebih tinggi 4% di bandingkan Netflix. Namun visi dan misi Bob yang tidak begitu fokus kepada pertumbuhan pelanggan sepertinya tidak selaras dengan para investor, hal inilah yang menyebabkan Bob hengkang kaki dari jejeran administratif Disney. Robert yang siap menggantikan pun harus menyusun berbagai strategi agar dapat menyelamatkan Disney+ keluar dari lumpur masalah.

Desember tahun lalu, Disney+ merilis sebuah promo baru dengan meluncurkan sebuah program murah yang berisikan iklan bagi penonton di AS, hanya dengan 7.99 US Dollar ( atau setara 245 NTD ) per bulan , para pelanggan yang ingin tetap menjadi member tanpa suguhan iklan hanya perlu menambahkan biaya 3 USD lebih untuk menjadi member premium. hal ini di ambil sebagai langkah antisipasi dari rival Disney yaitu Netflix yang juga sudah menerapkan promo yang sama dengan harga berbeda.

 

~ Google monopoli pasar ? Kemenkumham AS ambil tindakan

 

Alphabet sebuah perusahaan di bawah dari bendera Google mendapatkan tudingan gegara alasan memonopoli pasar iklan digital AS, surat panggilan resmi asal Kementrian Kehakiman AS di layangkan kepada Google pada pekan ini, ini adalah sebuah pertarungan yang sengit antar raksasa teknologi asal California - AS melawan negara. Kasus tersebut merupakan gugatan federal ke 2 terhadap Google atas kasus antimonopoli, di lansir dari Agence France - Presse yang menjabarkan bahwa layangan surat pelanggaran sudah pernah di berikan pada saat tahun pertama Presiden AS, Joe Biden menjabat. dimana gugatan sebelumnya yang bertajuk terkait bisnis pencarian situs Google yang akan siap di adili pada akhir tahun 2023.

Dalam gugatan terbaru, jaksa telah berfokus kepada bisnis periklanan Google yang terlalu menguntungkan secara sepihak, agar dapat menyamakan kedudukan dan pangsa pasar bagi perusahaan lain maka Federal meminta agar pasar ini bisa di pecah dan di bagi secara merata antar perusahaan lainnya.

Google, selain di kenal dengan layanan pencariannya yang gratis bagi pengguna, Google juga mendapatkan lahan basah lainnya dari bisnis teknologi iklan yang sudah terjalin dengan erat, dimana menghubungkan para penyedia iklan dengan kantor surat kabar, situs web, dan perusahaan lainnya yang ingin memasang iklan mereka. Namun pengiklan dan operator situs web yang mengeluhkan bahwa Google tidak pernah transparan dalam pembagian keuntungan iklan, baik pagi penyedia jasa maupun pengguna jasa. hal ini tentu menyulitkan para pelaku industri untuk bisa mengetahui berapa banyak nominal yang masuk kedalam penerbit dan berapa banyak keuntungan yang di terima oleh Google.

Google yang telah menghasilkan lebih dari 200 Milliar USD dalam penjualan iklan pada tahun fiskal 2021, ini adalah penghasil terbesar bagi Google. AS menjabarkan bahwa Google telah secara ilegal menyimpan pendapatan dengan mengandalkan praktek monopoli yang telah merusak persaingan yang sah di sektor industri teknologi iklan. Dalam surat gugatan yang di layangkan dari Kemkumham, di jabarkan bahwa Goole telah menggunakan cara-cara anti persaingan, pengecualian dan metode ilegal untuk menghilangkan atau secara substansial mengurangi ancaman terhadap rival dalam teknologi periklanan digital. Kasus ini merupakan kasus gabungan antar beberapa negara bagian yang berbeda, antara lain : California, Colorado, Connecticut, New Jersey, New York, Rhode Island, Tennessee, dan Virginia.

 

~ Teror Sushi

Sebuah video prank asal Medsos menarik perhatian warga netizen di jepang, sebuah perusahaan waralaba Sushi terkenal di Jepang yang menyajikan makanan hasil laut segar di sabuk konveyor sushi Tokyo terkena dampak dari beberapa lelucon Tiktok yang tidak masuk akal dan tidak higienis. hal ini memicu stok saham perusahaan ini jatuh drastis, kerugian yang di derita sangatlah besar, ditambah dengan perombakan administrasi bagi seluruh toko yang tersebar di jepang. tindakan hukum sudah di layangkan kepada aparat agar segera dapat menuntaskan perkara ini. berawal dari sebuah video pendek, seorang pelanggan yang nampak menjilat sebotol kecap asin bersama teh cangkir untuk para pelanggan. setelah di jilat dan di letakkan kembali di rak, nampak juga sepotong sushi yang sedang berjalan di atas konveyor di sentuh pelanggan dalam video ini, setelah di sentuh namun tidak di konsumsi.

Video pendek ini terjadi di cabang rantai Sushiro di kota Gifu - Jepang sentral, dimana hal ini berimbas kepada saham di perusahaan induk anjlok sebanyak 5 persen dalam minggu ini. dimana masih terdapat video lainnya yang menunjukkan pelanggan di restoran yang berbeda meletakkan wasabi di atas potongan sushi yang lewat ataupun menjilat wadah bubuk teh hijau lalu di kembalikan ke dalam posisi semula.

Bagi Jepang yang selalu memprioritaskan kebersihan dan higienis dari sebuah makanan dengan standar yang cukup tinggi, tidak banyak para netizen yang mengutarakan ketidakpuasaanya terhadap pelaku ini. Sushiro juga mengabarkan bahwa pelaku di video ini telah meminta maaf, namun langkah hukum telah di ambil, dari pihak administrasi akan tetap menunggu hasil dari pihak terkait untuk hasil yang lebih lanjut, sebagai pihak perusahaan kami akan terus menanggapi dan berupaya untuk bekerja sama dengan pihak terkait, hal ini harus di hadapi dengan tegas apapun itu hasilnya baik kasus pidana atau perdata. hal ini menimbulkan kerugian yang luar biasa, baik bagi pelanggan maupun para karyawan serta jajaran pihak administrasi,  seluruh botol kecap, gelas dan benda pakai lain yang terkena dampak di dalam toko ini sudah di gantikan dengan yang baru,  toko lain di seluruh Jepang turut mengambil tindakan preventif yang sama.

 

Pantau terus yows..

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Manusia & TeknologiBy Ipung Chandra, Rti