Manusia & Teknologi

Manusia & Teknologi - 2023-08-03


Listen Later

Info pekan ini 

 

~ Pangkas ekspor beras, Vietnam kurangi produksi beras bertahap hingga 2030 

 

Dilansir dari Technews.tw yang menjabarkan Vietnam sebagai negara pengekspor beras terbesar ketiga di dunia, berniat untuk memangkas ekspor beras tahunan. Dilansir dari dokumen resmi terbaru yang menyatakan bahwa hingga awal tahun 2030 Vietnam siap stop ekspor beras sebanyak 44% dari angka tahun ini. 

Bangkok Post melaporkan bahwa menurut laporan strategi ekspor beras yang dirilis oleh pemerintah Vietnam pada tanggal 26 Mei, pihak terkait bermaksud untuk mengurangi volume ekspor yang semula berada di kisaran 7.1 ton pada saat ini menjadi 4 juta ton pertahun pada tahun 2030 mendatang. 

Tujuan dari regulasi ini adalah demi meningkatkan volume ekspor beras berkualitas tinggi, melindungi ketahanan pangan dalam negeri, serta melindungi lingkungan dengan perubahan iklim. Hingga saat ini rentetan negara pengekspor besar lainnya adalah Thailand yang berada pada peringkat pertama dan diikuti oleh India, dan Vietnam berada pada posisi ke tiga. Dengan keputusan ini pendapatan ekspor Vietnam diperkirakan akan turun dari 3.45 Miliar USD pada tahun 2022 menjadi 2.62 Miliar USD pada tahun 2030 mendatang. 

Seorang pedagang beras di kota Ho Chi Minh menunjukkan bahwa area budidaya padi Vietnam yang semakin menyusut kian tahun akibat pengaruh perubahan iklim. Beberapa petani sudah mulai beralih pada tanaman cocok lainnya atau budidaya udang demi alternatif lain, namun pedagang ini yakin strategi tersebut dianggap masih terlalu agresif. 

Vietnam akan mulai mendiversifikasikan pasar ekspor berasnya demi mengurangi ketergantungan pada satu negara. Philipina yang telah menjadi pembeli utama beras asal Vietnam dengan kisaran kuota sebanyak 45%. 

Selain itu juga pada tahun 2025, 60% ekspor beras Vietnam akan diekspor ke pasar Asia, 22% Afrika, 7% ke AS, 4% timur Tengah dan 3% Eropa. Pemerintah Vietnam menyatakan akan fokus pada produksi beras wangi dan beras ketan berkualitas tinggi, dengan rencana untuk mengurangi proporsi produksi biji-bijian berkualitas rendah menjadi 15% dan 10% dari keseluruhan produksi masing-masing tahun 2025 dan 2030. Para pedagang percaya ini adalah sebuah target yang sulit untuk dicapai, secara produksi beras sangat berkaitan dengan permintaan dan angka distribusi terhadap permintaan pasar. Dengan begitu estimasi angka tersebut akan sangat susah ditentukan oleh pemerintah dalam segi perumusan regulasi ekspor. 

 

~ CEO NVIDIA luncurkan platform anyar AI di ajang Computex Taipei 

Jensen Huang selaku CEO dan Pendiri perusahaan teknologi asal Santa Clara - AS yang dikenal dengan kartu grafis NVIDIA telah memperkenalkan Grace Hopper Superchip dalam sambutannya di tengah ajang teknologi Computex 2023 Taipei pada tanggal 29 Mei 2023.  Sembari memperkenalkan sebuah platform dan layanan baru yang dikembangkan oleh perusahaannya dalam memanfaatkan kekuatan AI generatif yang diharapkan dapat berguna di berbagai industri. 

Dilansir dari Taiwanfocus.tw, dalam sambutannya di depan para hadirin yang jumlahnya mencapai 4000 orang, Huang menggambarkan sebuah komputasi yang dipercepat dan AI sebagai teknologi yang jalur untuk masa depan, dirinya percaya karena keduanya menandai sebuah pertemuan yang memperkuat inovasi baru terkait komputasi komputer. “ Kita sekarang berada di titik kritis era komputasi baru dengan akselerasi komputasi dan AI yang telah dianut oleh hampir semua perusahaan komputer dan Cloud di dunia.” ujar Huang. 

Pada acara tersebut, Huang meluncurkan sebuah Avatar Cloud Engine ( ACE ) untuk games yang dirilis dari NVIDIA. Layanan ini dipercaya dapat digunakan oleh pengembang dalam menerapkan sebuah model AI khusus dalam pengucapan, percakapan dan animasi. Teknologi ACE for Games memungkinkan karakter game dapat terlibat dalam percakapan nyata dengan pemain, dengan begitu revolusi interaktivitas dan sebuah pengalaman menyeluruh dari sebuah games. 

“ Ini adalah masa depan video game, AI tidak hanya akan berkontribusi para rendering dan sintesis pembuatan lingkungan gaming, akan tetapi AI juga dapat menganimasikan karakter di dalamnya.” ujar Huang. Selain memperkenalkan produk baru dari dunia game, Huang juga turut membawa sebuah Superkomputer dengan AI yang memiliki memori besar yang dapat mengoptimalkan performa dari para pemilik usaha yaitu dengan DGX GH200 Grace Hopper. Pada saat ini GH200 yang sedang dalam tahap produksi akan digabungkan dengan CPU Nvidia Grace yang lebih hemat energi dengan GPU Nvidia H100 Tensor Core, niscaya dengan tandem ini akan memiliki kinerja yang mampu jadi tandingan. 

Selain memungkinkan pengembang untuk membangun model bahasa yang lebih besar bagi chatbot AI generatif, algoritma yang lebih kompleks dalam memberikan rekomendasi sistem, serta jaringan saraf grafik yang akan digunakan dalam analisa data dan pendeteksian penipuan daring. Dapat dikatakan kombinasi ini adalah prosesor komputasi akselerasi pertama di dunia yang memiliki memori raksasa. 

Ketua dari Formosa Plastics Group Wong Wen Yuan beserta dengan jajaran eksekutif dari Quanta Computer, Pegatron Corp, Wistron Corp, dan ACER Inc turut hadir sebagai bentuk dukungan sekaligus mendengarkan sambutan yang diberikan oleh Huang, prosesi ini berlangsung dalam kurun waktu dua jam. Wong mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan AI generatif dan ingin mendengarkan terkait informasi terbaru yang akan disampaikan oleh CEO NVIDIA. 

Huang mengatakan bahwa infrastruktur pusat data global yang kini telah beralih haluan akan dipercepat dengan akses AI generatif, termasuk komputasi ilmiah, pemrosesan data, pelatihan data dan inferensi AI generatif, dan investasi dalam teknologi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, setidaknya 1 triliun USD yang akan siap dikucurkan dalam pengembangannya. Computex 2023 Taipei diadakan selama 4 hari yang berlokasi di Taipei Nangang Exhibition Center, dengan 1000 perusahaan yang bergabung dari 22 negara sebagai peserta. Menurut dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan, yang merupakan salah satu penyelenggara acara tersebut. Selain dimeriahkan oleh Nvidia sebagai tamu pembicara, masih ada Rafael Sotomayor sebagai wakil presiden eksekutif dari NXP Semiconductors N.V yang berbasis di Belanda dan berikutnya CEO dari ACER Inc, Jason Chen dan terakhir adalah pendiri dari Supermicro Charles Liang. 

Pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Manusia & TeknologiBy Ipung Chandra, Rti