Manusia & Teknologi

Manusia & Teknologi - 2023-08-24


Listen Later

Info pekan ini 

 

~ Regulasi Perancis larang penerbangan domestik jarak pendek, kereta cepat sebagai opsi. 

 

Kondisi pandemi yang berangsur membaik, dan perjalanan yang dilakukan oleh para warga belum sepenuhnya kembali seperti kapasitas pra pandemi. Tidak sedikit pemerintah Eropa yang sudah mulai menerapkan larangan penerbangan jarak pendek. 

Prancis adalah negara pertama Eropa yang mengumumkan larangan penggunaan jalur udara untuk penerbangan jarak dekat, dihitung dari jarak tempuh kereta api, apabila tidak mencapai 2.5 jam maka tidak diperbolehkan untuk menggunakan jalur transportasi udara. Regulasi ini berlaku juga untuk pemilik pesawat pribadi, dengan menekankan bahwa agar regulasi ini dapat adil bagi masyarakat dan dengan harapan agar dapat menyediakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. 

Layanan Udara Eropa - European Air Services menetapkan bahwa negara anggota dapat membatasi atau menolak untuk menggunakan hak lalu lintas dalam mengatur mobilitas warga untuk masalah lingkungan yang serius. 

Perancis sebagai negara anggota Uni Eropa pertama yang mengajukan klausul tersebut, memaksa komisi Eropa untuk meninjau kembali rencana yang telah disetujui pada bulan April tahun ini, dimana bagian dari Undang-Undang Iklim Perancis pada tahun 2021 yang melarang penerbangan rute udara jarak pendek, namun banyak tentangan terkait perihal ini. 

Namun di lain sisi, Sebuah survei bank Investasi Eropa pada tahun 2020 menemukan bahwa larangan penerbangan jarak pendek telah menerima lebih dari 60% dukungan dari warga di Perancis. Pemotongan tersebut termasuk rute antara Paris - Orly, dan hub regional Nantes, Lyon dan Bordeaux. Dikarenakan frekuensi rute ini telah berkurang secara signifikan semasa pandemi dan larangan ini pada dasarnya hanya untuk memastikan bahwa rute diatas tidak akan beroperasi di masa mendatang. 

Demi bersinergi dengan UU baru, layanan kereta api dan maskapai penerbangan harus dapat menyediakan layanan yang menyeluruh terkait ketepatan waktu, kenyamanan, penambahan kapasitas armada agar dapat memenuhi kebutuhan penumpang. Dengan harapan agar dapat menyerap peningkatan jumlah penumpang, bagi calon penumpang yang melakukan perjalanan tersebut harus dapat menggunakan moda transportasi yang sama dalam rute pulang-pergi. Bahkan waktu tinggal di tempat tujuan pun dihitung dengan minimal delapan jam beraktivitas selama di tempat tujuan. 

Adapun skema tentatif untuk penerapan regulasi ini sekaligus mengakhiri lima rute lain dari Paris - Charles de Gaulle ke bordeaux, Lyon, Nantes, dan Rennes, yang hingga saat ini masih dipertahankan karena layanan kereta yang tidak memadai. Dibutuhkan sekitar 3 jam untuk naik kereta cepat dari Paris ke kota pelabuhan Mediterania - Marseille, jalur ini tetap dipertahankan untuk saat ini. 

Para pengamat dan kritikus menunjukkan bahwa pemutusan tiga rute ini hanyalah sebuah pengalihan dengan kedok sebuah masalah iklim tanpa pengurangan yang signifikan terkait target nol emisi karbon. Kementerian Transportasi dan Lingkungan memperkirakan emisi karbon hanya menyumbang 0.3% untuk penerbangan dari Perancis. 

Menteri Transportasi Perancis Jean Baptiste Djebbari mengatakan bahwa ini adalah sebuah langkah yang penting dalam sebuah kebijakan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, regulasi ini akan berlaku selama tiga tahun. Dengan harapan dimasa mendatang standar tempuh yang tadinya 2.5 jam dapat ditingkatkan menjadi 3 jam dimasa mendatang. 

Tahun 2021 Spanyol telah mengusulkan sebuah rencana untuk melarang penerbangan jarak dengan waktu tempuh 2.5 jam hingga di tahun 2050 mendatang, dimana regulasi ini akan berpotensi berdampak pada penerbangan dari Madrid ke seluruh bandara di seluruh Spanyol. Pemerintah telah memperkirakan jumlah emisi karbon yang dapat dihemat sebanyak dua juta ton , rencana tersebut juga mencakup pajak bagi penumpang langganan. 

Pada tahun 2020, pemerintah Austria menetapkan bahwa akan memberikan kompensasi kepada maskapai penerbangan setiap kali mereka membatalkan penerbangan dengan jarak tempuh 3 jam kereta api. Ada juga pajak 30 Euro untuk penerbangan di bawah dari 350 KM, dengan regulasi ini hanya penerbangan dari Wina - Salzburg yang terpengaruh. 

Jerman juga membatasi perjalanan udara jarak pendek, dengan regulasi terbaru untuk menaikkan pajak penerbangan domestik dan inter-Eropa sebesar 75% pada tahun 2020. Belgia turut mengenakan pajak sebesar 10 Euro untuk penerbangan jarak pendek yang kurang dari 500 KM dari bandara Brussel. 

Selain membatasi penerbangan jarak pendek, Prancis juga awalnya mentargetkan pemilik jet pribadi untuk melakukan perjalanan pendek, Menteri Transportasi Perancis tidak bisa mentolerir orang kaya dalam menggunakan jet pribadi sementara kaum awam harus menghemat uang dan waktu untuk melawan perubahan iklim, ujar  Jean Baptiste Djebbari. 

Sebuah jet Steven Spiel diestimasi akan menggunakan bahan bakar dengan nilai 117.000 Euro dalam kurun waktu dua bulan untuk penggunaan normal. Sebuah laporan oleh Federasi Eropa untuk Transportasi dan Lingkungan menunjuk bahwa jet pribadi memiliki tingkatan pencemaran 14 kali lebih tinggi ketimbang penerbangan komersial dan 50 kali lipat lebih buruk ketimbang penggunaan kereta api. 

Data tersebut turut menunjukkan bahwa pada tahun 2022, terdapat 84.885 jet pribadi yang lepas landas dari bandara Internasional Perancis, jumlah ini menjadikan Perancis berada di peringkat kedua setelah Inggris dalam jumlah penerbangan jet pribadi. Dengan rute populer adalah London - Paris yang telah mencatatkan berkontribusi pada 383.061 Ton CO2 dalam karbon emisi. 

Dengan penunjukkan data diatas, para kritikus percaya bahwa Perancis tidak mungkin melarang untuk penggunaan jet pribadi, kemungkinan tinggi adalah menggunakan pajak yang berat dan pembatasan sebagai solusi, dimana hal ini akan berdampak kepada perusahaan besar yang harus mengklasifikasikan setiap penggunaan jet pribadi dengan tujuan bisnis. 

 

pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Manusia & TeknologiBy Ipung Chandra, Rti