
Sign up to save your podcasts
Or


Info pekan ini
~ Serangan Flash Drive kian marak, industri global terancam.
Volume serangan Flash Drive USB pada tahun ini telah meningkat tiga kali lipat pada paruh pertama tahun ini, dua sistem berhasil meretas dan berdampak pada industri global. Beberapa peneliti yang bertugas di Mandiant, sebuah perusahaan keamanan siber yang berpayung di bawah dari Google Cloud, menemukan bahwa serangan malware melalui flash drive USB telah meningkat sebanyak tiga kali lipat pada tahun 2023, ini adalah rekor tertinggi.
Dilansir dari Technews.tw yang melaporkan bahwa sebuah penelitian oleh Mandiant menunjukkan bahwa gelombang baru serangan flash Drive USB telah memicu aktivitas spionase dunia maya. Salah satu dari dua sistem tersebut disebut “ SOGU”, yang diduga adalah sebuah sistem retas yang dibuat oleh grup peretas asal Tiongkok dengan nama TEMP.HEX. grup ini terkenal mengumpulkan dan mencari terkait informasi Nasional dan kepentingan keamanan, Ekonomi negara tirai bambu. Sistem berikutnya dijuluki sebagai “ Snowydrive”, diduga mungkin terkait dengan grup peretas UNC4698 yang terkenal khusus menargetkan perusahaan minyak dan gas di Asia.
Mandiant menyebut “ SOGU” sebagai perilaku utama terkait serangan flash drive USB pada saat ini, sistem ini juga paling aktif dan telah menargetkan banyak industri dunia seperti farmasi, TI, energi, komunikasi, kesehatan, dan Logistik yang telah menjadi korban akibat serangan malware ini. Secara geografi perusahaan yang menjadi korban tersebar di seluruh dunia antara lain : Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, Austria, Australia, Swiss, China, Jepang, Ukraina, Singapura, Indonesia, dan Filipina.
Keterangan yang didapatkan dari analisis Mandiant, bahwa USB flash drive yang diserang oleh “ SOGU” adalah sebuah perangkat penghubung atau interface yang berisi dengan berbagai Malware yang akan digunakan dalam melakukan pembajakan bagi pelaku. Setelah terhubung, maka pelaku akan mencoba untuk memuat berbagai memori dan mencuri informasi berharga. Setelah data tersebut didapatkan maka akan diunggah ke dalam server yang sudah ditentukan oleh pelaku agar tidak dapat dilacak. Berbeda dengan “snowydrive”, dimana pintu belakang ini akan dipasang di komputer korban, lalu peretas dapat memuat lebih banyak malware dan virus melalui jendela perintah Windows untuk mencuri konten.
Pusat Koordinasi dan Manajemen Krisis Jaringan Komputer Taiwan - 台灣電腦網路危機處理暨協調中心 menyarankan agar perusahaan dan berbagai lembaga publik dapat meningkatkan pertahanan dan keamanan siber terhadap hak dan akses Port USB komputer, dengan harapan agar dapat menghindari berbagai penggunaan berbagai perangkat penyimpanan eksternal sebanyak mungkin. Sekaligus memperkuat edukasi dan pelatihan keamanan informasi bagi personel dan staf terkait demi melindungi dari serangan malware.
Pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiInfo pekan ini
~ Serangan Flash Drive kian marak, industri global terancam.
Volume serangan Flash Drive USB pada tahun ini telah meningkat tiga kali lipat pada paruh pertama tahun ini, dua sistem berhasil meretas dan berdampak pada industri global. Beberapa peneliti yang bertugas di Mandiant, sebuah perusahaan keamanan siber yang berpayung di bawah dari Google Cloud, menemukan bahwa serangan malware melalui flash drive USB telah meningkat sebanyak tiga kali lipat pada tahun 2023, ini adalah rekor tertinggi.
Dilansir dari Technews.tw yang melaporkan bahwa sebuah penelitian oleh Mandiant menunjukkan bahwa gelombang baru serangan flash Drive USB telah memicu aktivitas spionase dunia maya. Salah satu dari dua sistem tersebut disebut “ SOGU”, yang diduga adalah sebuah sistem retas yang dibuat oleh grup peretas asal Tiongkok dengan nama TEMP.HEX. grup ini terkenal mengumpulkan dan mencari terkait informasi Nasional dan kepentingan keamanan, Ekonomi negara tirai bambu. Sistem berikutnya dijuluki sebagai “ Snowydrive”, diduga mungkin terkait dengan grup peretas UNC4698 yang terkenal khusus menargetkan perusahaan minyak dan gas di Asia.
Mandiant menyebut “ SOGU” sebagai perilaku utama terkait serangan flash drive USB pada saat ini, sistem ini juga paling aktif dan telah menargetkan banyak industri dunia seperti farmasi, TI, energi, komunikasi, kesehatan, dan Logistik yang telah menjadi korban akibat serangan malware ini. Secara geografi perusahaan yang menjadi korban tersebar di seluruh dunia antara lain : Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, Austria, Australia, Swiss, China, Jepang, Ukraina, Singapura, Indonesia, dan Filipina.
Keterangan yang didapatkan dari analisis Mandiant, bahwa USB flash drive yang diserang oleh “ SOGU” adalah sebuah perangkat penghubung atau interface yang berisi dengan berbagai Malware yang akan digunakan dalam melakukan pembajakan bagi pelaku. Setelah terhubung, maka pelaku akan mencoba untuk memuat berbagai memori dan mencuri informasi berharga. Setelah data tersebut didapatkan maka akan diunggah ke dalam server yang sudah ditentukan oleh pelaku agar tidak dapat dilacak. Berbeda dengan “snowydrive”, dimana pintu belakang ini akan dipasang di komputer korban, lalu peretas dapat memuat lebih banyak malware dan virus melalui jendela perintah Windows untuk mencuri konten.
Pusat Koordinasi dan Manajemen Krisis Jaringan Komputer Taiwan - 台灣電腦網路危機處理暨協調中心 menyarankan agar perusahaan dan berbagai lembaga publik dapat meningkatkan pertahanan dan keamanan siber terhadap hak dan akses Port USB komputer, dengan harapan agar dapat menghindari berbagai penggunaan berbagai perangkat penyimpanan eksternal sebanyak mungkin. Sekaligus memperkuat edukasi dan pelatihan keamanan informasi bagi personel dan staf terkait demi melindungi dari serangan malware.
Pantau terus yows..